Abstract :
Kemacetan di simpangan berdekatan umumnya disebabkan oleh siklus
traffic light, seperti yang terjadi di kota Malang salah satunya berada di simpang
Jalan Letjen Sutoyo ? simpang Jalan Jaksa Agung Suprapto yang saling berdekatan,
maka diperlukan perbaikan pada simpang tersebut dengan metode evaluasi kinerja
menggunakan PKJI 2014 dan alternatif menggunakan Koordinasi Simpang.
Hasil analisis kinerja simpang eksisting dengan metode PKJI 2014 didapat
derajat kejenuhan maksimum terjadi pada jam puncak sore yaitu sebesar 1,11 > 0,85
umtuk simpang 3 dan 1.44 > 0,85 untuk simpang 4. Panjang antrian maksimum
sebesar 150 m untuk simpang 3 dan 209 m untuk simpang 4 Dan tundaan rata-rata
sebesar 44,63 det/skr > 15 det/skr dengan tingkat pelayanan E untuk simpang 3 dan
87.95 det/skr > 15 det/skr untuk simpang 4 dengan tingkat pelayanan F.
Hasil dari Studi dengan alternatif yang dipilih Simpang Berdekatan adalah
dengan 2 fase, larangan belok kanan dan pelebaran geometrik untuk simpang 3 dan
4 Alternatif ini mendapatkan nilai derajat kejenuhan maksimum terjadi pada jam
puncak sore yaitu sebesar 0,84 < 0,85 umtuk simpang 3 dan 0,84 < 0,85 untuk
simpang 4. Panjang antrian maksimum sebesar 101 m untuk simpang 3 dan 92 m
untuk simpang 4 Dan tundaan rata-rata sebesar 14 det/skr < 25 det/skr dengan
tingkat pelayanan B untuk simpang 3 dan 18 det/skr < 25 det/skr untuk simpang 4
dengan tingkat pelayanan C, Setelah didapatkan hasil alternatif terbaik 2 simpang
berdekatan ini, masih belum terkoordinasi dalam sinyal lalu lintas maka diperlukan
alternatif koordinasi sinyal tersebut, berdasarkan hasil perhitungan koordinasi
simpang didapatkan green bandwidth saat pagi, siang dan sore sebesar 34, 33 dan
30 detik, offset sinyal antar sinyal simpang Letjen Sutoyo ke simpang Jaksa Agung
Suprapto sebesar 33, 36 dan 40 detik dan offset sinyal antar sinyal simpang Jaksa
Agung Suprapto ke simpang Letjen Sutoyo sebesar 40, 38 dan 40 detik.