Abstract :
Permasalahan tata Kota yang dihadapi Kota Malang sebernarnya
tidak hanya terbatas pada bagaimana menciptakan jalur transportasi yang
aman, efektif dan bebas kemacetan, tetapi yang tidak kalah penting ialah
bagaimana menata secara disiplin pusat-pusat kegiatan kota yang meliputi
kawasan-kawasan perumahan, pendidikan, industry dan jalur lalu lintas,
Secara spesifik Kota Malang saat ini mempunyai permasalahan yang sangat
beragam yaitu: kemacetan lalu lintas, penyediaan air bersih yang kurang
memadai, minimnya sarana prasarana , pengelolaan sampah yang belum
efektif dan lingkungan kumuh. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini
adalah memberikan informasi serta arahan kepada masyarkat, dengan
melakukan suatu evaluasi terkait seberapa besar tingkat kelestarian Kota
Malang, dengan sasaran yaitu sasaran pertama : identifikasi kondisi
indikator kelestarian diKota Malang dan sasaran kedua : untuk mengetahui
seberapa besar tingkat kelestarian diKota Malang berdasarkan persepsi
masyarkat, penelitian ini dilakukan menggunakan metodologi pengumpulan
data primer yaitu wawancara dan kusioner sedangkan pengumpulan data
sekunder yaitu instansi pemerintah terkait Kota Malang, media cetak dan
media teknologi, studi literature, jurnal,buku serta situs-situs internet.
Sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan, untuk mengukur
tingkat kelestarian Kota Malang maka digunakan 8 indikator kelestarian kota
yaitu, indikator energi yang dapat diperbaharui, nihil limbah, dapat mengatur
diri sendiri, memperbaharui diri sendiri dari segi sosial, fleksibel, etika,
kepuasan psikologi dan hidup berdampingan secara kooperatif. Dari 8
indikator ini dilakukan analisa tiap-tiap kecamatan hingga secara
keseluruhan satu Kota Malang, sehingga hasil analisa yang didapat dari tiaptiap kecamatan untuk indikator energi yang dapat diperbaharui tertinggi ada
diKecamatan Blimbing, selain itu untuk indikator nihil limbah dan dapat
mengatur diri sendiri tertinggi ada diKecamatan Klojen, untuk iindikator
memperbaharui diri sendiri dari segi sosial tertinggi ada ditiga Kecamatan
yaitu, kecamatan Kedung Kandang, Klojen dan Lowokwaru, untuk analisa
indikator fleksibel tertinggi ada diKecamatan Lowokwaru, selain itu un tuk
indikator etika, kepuasan psikologi dan hidup berdampingan secara
kooperatif dari analisa yang tertinggi ada diKecamatan Klojen, sedangkan
hasil analisa untuk keseluruhan satu Kota Malang maka yang tertinggi
adalah indikator memperbaharui diri sendiri dari segi sosial, indikator ini
yang menjadi nilai tertinggi dari persepsi masyarkat diKota Malang,
sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat diKota Malang mempunyai
jiwa sosial yang tinggi dan mampu menerima suatu keadaan dan kondisi
yamg ada, dan mampu bersaing dan mengenali hal-hal baru pada masyarkat
dalam jangka waktu yang cukup panjang.