Abstract :
Jalan Ruteng-Reok-Kedindi Merupakan jalan Nasional dan memiliki lebar
jalan yang tidak merata sepanjang jalan yang mana terdiri dari lebar 4,50 m dan 6,0
m. Sebagai jalan primer yang sering dilalui kendaraan besar seperti kendaraan
logistik yang mempunyai muatan besar,dikarenakan adanya pelabuhan barang dan
tambang pasir diwilayah Reok barat, sehingga pada jalan tersebut mengalami
kerusakan.
Data-data yang digunakan dalam perencanaan perkerasan jalan lentur
adalah data sekunder yaitu data lalu lintas harian, data CBR dan Harga satuan
pekerjaan kabupaten Manggarai Tahun 2020. Data lalu lintas harian yang dipakai
tiga tahun kebelakang, tahun 2017 sampai 2019, data CBR diperoleh dari PT.
Diantama Rekanusa, Jo (Konsultan) dan Harga satuan pekerjaan kabupaten
Manggarai tahun 2020 diperoleh dari PT. Menara Armada Pratama (Kontraktor).
Metode yang digunakan pada perkerasan lentur adalah Metode Bina Marga 2017
dan diperhitungkan Rencana Anggaran Biaya mengacu pada Harga satuan
pekerjaan kabupaten Manggarai tahun 2020 dan Spesifikasi Umum Bina Marga
Tahun 2018.
Hasil perhitungan perencanaan pada perkerasan lentur dengan umur
rencana 5 tahun menunjukan bahwa pada pelebaran jalan perkerasan menggunakan
laston didapatkan tebal perkerasan lentur jalan baru (pelebaran) dengan lebar 1,25
× 2 (kanan kiri) yaitu AC-WC setebal 4 cm, AC-BC setebal 6 cm, AC-Base setebal
7 cm, Lapis Pondasi Atas (LPA) setebal 30 cm dan Lapis Pondasi Bawah (LPB)
setebal 10 cm. sedangkan pada perkerasan eksisting perlu penambahan tebal lapis
jalan (Overlay) dengan lebar badan jalan 4,5 m dengan lapis tambah AC-WC
setebal 4 cm, AC-BC setebal 6 cm, AC-Base setebal 7 cm. Besar biaya yang
diperlukan untuk peningkatan pelebaran jalan dengan rencana anggaran biaya
sebesar Rp. 6.909.699.307,28 pada ruas jalan Ruteng ? Reok ? Kedindi kabupaten
Manggarai dengan panjang jalan 1,5 km dari sta 0+000-1+500