Abstract :
Tidak sedikit proyek mengalami perubahan dari jadwal yang telah direncanakan, dimana
perubahan-perubahan ini banyak yang menyebabkan pekerjaan menjadi terlambat. Begitupun yang
terjadi pada proyek masjid Agung Bima, ada beberapa pekerjaan yang mengalami keterlambatan,
baik itu permasalahan eksternal maupun internal. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek masjid Agung Bima. Untuk analisis ini
digunakan metode House Of Risk untuk menganalisa data penyebab keterlambatan.
Metode House Of Risk adalah metode untuk mengelola resiko secara proaktif yang berfokus
pada tindakan pencegahan. Untuk pengumpulan datanya menggunakan metode campuran bertahap,
diawali wawancara dan dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner. Setelah didapatkan data hasil
kuesioner, kemudian menganalisis data menggunakan House Of Risk 1 untuk menghitung nilai
Aggregate Delay Potential (ADP). Hasil dari tahap analisis ini berupa prioritas faktor keterlambatan.
Setelah didapatkan faktor keterlambatan dapat diambil strategi penanganan menggunakan metode
House Of Risk 2.
Faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek masjid Agung Bima terdiri dari enam
delay event dan empat belas delay agent, yang kemudian diolah menggunakan House Of Risk 1
untuk mendapatkan faktor dominan yang menjadi penyebab keterlambatan berdasarkan
perangkingan nilai ADP (Aggregate Delay Potensial). Adapun faktor dominan keterlambatan
proyek masjid Agung Bima adalah lamanya pengiriman material dari supplier Aggregate Delay
Potential (ADP) =116,6, adanya penambahan lingkup kerja Aggregate Delay Potential (ADP)
=104,5, dan lamanya owner mengambil keputusan Aggregate Delay Potential (ADP) =102,5. Dari
ketiga faktor tersebut dibuat strategi penanganan untuk meminimalisir atau mencegah terjadinya
keterlambatan. Strategi penanganannya kemudian diolah menggunakan House Of Risk 2 untuk
mendapatkan aksi mitigasi yang tepat untuk dilakukan. Adapun aksi mitigasinya adalah perencanaan
stok material yang komprehensif Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) =552,8 untuk
mengatasi keterlambatan material yang dikirim supplier, jadwal diperbaiki Total Efektifitas Mitigasi
dengan Kesulitan (ETDk) =510,5 untuk mengatasi adanya penambahan lingkup kerja, dan
meningkatkan koordinasi secara terkendali Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk)
=426,5 untuk faktor lamanya owner mengambi keputusan.