Abstract :
Banjir menjadi masalah besar disebabkan banyaknya faktor diantaranya oleh
manusia seperti penumpukan sampah tidak pada tempatnya, terjadinya penyempitan
badan sungai diakibatkan pemukiman liar dan pertumbuhan penduduk merubah lahan
resapan air menjadi pemukiman. Daerah Air Hitam mengalami banjir walaupun hujan
turun dengan intensitas sedang. Adanya banjir yang terjadi maka menimbulkan dampak
negatif terhadap sarana dan infrastruktur. Sebagian jalan tergenang banjir sehingga
mengganggu lalu lintas serta aktivitas masyarakat yang menggunakan jalan, maka
dilakukanlah evaluasi kinerja saluran drainase. Data yang diperlukan curah hujan
harian maksimum, peta topografi, peta tata guna lahan dan kondisi eksisting saluran
drainase.
Metode yang digunakan E.J Gumbel , Log Person Type III dan Metode
Modifikasi Rasional untuk debit rencana dan Rumus Manning menghitung dimensi
saluran baru.
Berdasarkan hasil analisa didapatkan debit rencana periode ulang 10 tahun 0,94
m3/dt. Saluran yang tidak mampu menampung debit rencana dilakukan pendimensian
ulang. Pada Jalan Abdul Wahab Syahrani b = 2,20 m dan H = 1,17 m (3 kiri), b = 2,20
m dan H = 1,23 m (3 kanan), b = 2,12 m dan H = 1,20 m (4 kanan). Jalan Kadrie Oening
b = 1,18 m dan H = 0,84 m (1 kanan),b = 2,00 m dan H = 0,79 m (2 kanan), b = 1,60
dan H = 1,12 m (3 kanan). Jalan Juanda b = 4,40 m dan H = 2,80 m (1 kiri),b = 4,00 m
dan H = 2,84 m (2 kiri), b = 3,50 m dan H = 1,95 m (1 kanan), b = 3,50 m dan H = 2,07
m (2 kanan).