Abstract :
Simpang Madyopuro merupakan salah satu simpang yang terkena dampak dari adanya akses
pintu tol Sawojajar di Kota Malang. Sehingga, perlu adanya kajian pada ruas simpang
Madyopuro terkait dampak dari akses pintu tol Sawojajar agar bisa memberikan solusi perbaikan
terhadap simpang tersebut. Oleh sebab itu dalam studi ini dilakukan analisis dampak akses pintu
tol Sawojajar terhadap kinerja simpang Madyopuro di Jalan Ki Ageng Gribig dan Jalan
Madyopuro Kota Malang.
Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil
survei langsung dilapangan selama 3 hari pengamatan berupa data geometrik jalan dan data
volume lalulintas. Lokasi survei yaitu pada simpang Madyopuro pada Jalan Ki Ageng Gribig dan
Jalan Madyopuro. Survei dilakukan pada kondisi sebelum dan sesudah beroperasinya akses pintu
tol Sawojajar. Sedangkan data sekunder diperoleh dari BPS Kota Malang dan data hasil
penelitian terdahulu. Analisa dilakukan terhadap derajat kejenuhan, panjang antrian dan tundaan.
Sebagai dasar analisa digunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014.
Dampak akses pintu tol Sawojajar terhadap kinerja simpang Madyopuro eksisting sebelum
beroperasinya akses pintu tol Sawojajar, nilai tundaan maksimum sebesar 26,189 det/kend dan
nilai derajat kejenuhan maksimum sebesar 1,595 atau ? 0,85. Dan eksisting setelah
beroperasinya akses pintu tol Sawojajar, nilai derajat kejenuhan sebesar 0,41 dan nilai tundaan
sebesar 33,397 det/kend. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja simpang tersebut masuk dalam
tingkat pelayanan D atau tidak layak. Setelah melakukan evaluasi perhitungan dengan
menggunakan PKJI 2014, maka disimpulkan untuk melakukan perbaikan terhadap simpang
dengan menggunakan alternatif 1 optimasi waktu sinyal dengan merencanakan ulang waktu hijau
pada setiap lengan dengan siklus awal 102 detik menjadi 106 detik didapatkan nilai derajat
kejenuhan sebesar 0,34 dan tundaan sebesar 27,001 det/kend dengan tingakat pelayanan D. Dan
untuk solusi alternatif 2 dengan melakukan pelebaran pada geometrik tiap lengan sebesar 2 meter
didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,33 dan tundaan sebesar 21,364 det/kend dengan
tingakat pelayanan C. Dari kedua alternatif tersebut lebih efektif menggunakan alternatif 2 yakni
dengan melakukan pelebaran geometri sebesar 2 meter, sehingga simpang tersebut diharapkan
mampu melayani arus lalulintas dengan baik.