Abstract :
Beton merupakan campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, semen, air
maupun dengan atau tanpa bahan tambahan yang dicampurkan menjadi satu bagian.
Beton sering dipakai secara luas sebagai bahan utama bangunan. Dengan kebutuhan
yang sangat pesat dan beraneka ragan maka dibutuhkan bahan tambahan
(Admixture). Bahan tambahan yang digunakan bisu juga berasal dari produk sisa
dari bahan ? bahan yang ada digunakan untuk keperluan tertentu contohnya adalah
Superfluid Naphthalene -fc yang berasal dari tar batu bara yang dapat digunakan
sebagai bahan mempercepat pengerasan beton.
Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Superfluid Naphthalene -fc pada
beton dengan kondisi normal dan beton yang ditambahkan Superfluid Naphthalene
?fc pada beton dengan mutu rencana 20 Mpa, maka ditentukan kadar Superfluid
Naphthalene -fc yang digunakan sebesar 0%, 0.1%, 0.4%, 0.7% dan 1% dari berat
semen yang direncanakan. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder, balok dan
mortar.
Berdasarkan hasil penelitian penggunaan Superfluid Naphthalene ?fc pada
didapatkan nilai optimum pengujian kuat tekan rata-rata umur 28 hari pada kadar
1% Superfluid Naphthalene ?fc 30.84 MPa. Pada pengujian tarik belah nilai ratarata umur 28 hari pada kadar 0.4% adalah 3.12 Mpa. Pada pengujian lentur beton
nilai rata-rata umur 28 hari pada kadar 0.4% adalah 4.71 Mpa. Pada pengujian
mortar kubus nilai rata-rata pada umur 28 hari adalah 40,53 Mpa, mortar balok 5,20
Mpa, mortar tarik angka 8 2,27 Mpa. Adanya pengaruh signifikan dari penambahan
Superfluid Naphthalene ?fc pada pengujian kuat tekan beton yang dihasilkan dapat
dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dan analisa regresi, dimana thitung > ttabel
atau 31.958 > 3,182 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 94.79% perubahan
nilai kuat tekan beton dipengaruhi prosentase Superfluid Naphthalene ?fc,
kemudiannilai koefesien korelasi (R) atau tingkat hubungan yang sangat kuat
sebesar 0,9739.