Abstract :
Pertumbuhan penduduk Kecamatan Dau kian mengalami
peningkatan, hal ini tentunya juga berimplikasi pada peningkatan kebutuhan
penduduk terhadap sumber daya alam serta sumber daya lahan guna
mendukung kehidupan penduduk, di sisi lain lahan produktif untuk
menghasilkan sumber daya yang dibutuhkan penduduk terlihat berkurang
oleh aktivitas pembangunan.
Untuk alasan tersebut, produktivitas sumber daya alam dapat
menjadi faktor pembatas dalam mendukung aktivitas manusia. Oleh karena
itu, diperlukan metrik guna melacak permintaan manusia pada kapasitas
biologis (supply) lahan yang tersedia. Analisis tapak ekologi adalah
kerangka akuntansi yang relevan dengan pertanyaan penelitian ini, yakni
mengukur kemampuan lahan dalam menopang permintaan manusia terhadap
sumber daya alam. Lahan yang tersedia untuk melayani penggunaan tertentu
dan mewakili kemampuan biosfer dalam memenuhi permintaan manusia
untuk konsumsi sumber daya alam dan penyerapan limbah disebut kapasitas
biologis (biocapacity). Tapak ekologi dan perhitungan biokapasitas
mencakup enam jenis penggunaan lahan: lahan pertanian, lahan padang
rumput, perikanan, lahan hutan, lahan terbangun, dan lahan serapan untuk
mengakomodasi tapak karbon.
Kondisi tapak ekologi Kecamatan Dau masih dalam kondisi surplus
sebesar 8,096.53 gha/ 4,072.64 ha. Kecamatan Dau memiliki biokapasitas
sebesar 9,428.97 gha atau 6,011.10 ha, sementara kondisi tapak ekologi
(demand) penduduk Kecamatan Dau adalah sebesar 457.84 gha atau
1,938.46 ha. Pada unit yang lebih kecil, yakni kondisi defisit ekologi
perkapita, total biokapasitas (supply) sumber daya alam untuk memenuhi
kebutuhan manusia per orang adalah sebesar 0.159 gha, sedangkan total
lahan permintaan (demand) yang dikonsumsi per orang dari biokapasitas
yang tersedia adalah sebesar 0.022 gha, artinya lahan yang tersedia di
Kecamatan Dau masih melebihi permintaan (demand) penduduk sebesar
0.137 gha atau 0.077 ha/ kapita. Kendati masih tersedia cadangan, untuk
arahan optimalisasi penggunaan lahan Kecamatan Dau perlu dilakukan
pembatasan dalam hal pembangunan atau perlu diambil alternatif
pengembangan untuk menjaga tiap kategori lahan dalam kondisi daya
dukung yang baik.
Kata Kunci: Optimalisasi Penggunaan Lahan, Tapak Ekologi