Abstract :
Jembatan merupakan sarana yang sangat penting untuk menghubungkan
antara daerah satu dengan daerah yang lain melalui transportasi darat. Di mana
pembangunan jalan dan jembatan sebagai lalu lintas kendaraan sangat perlu
pembangunannya sebagai alat penyeberangan yang dapat memberikan rasa aman dan
nyaman untuk melalui sungai, danau, tebing dan segala penghalang. Selain itu pula
penting sekali bagi penyenggara pemerintahan, ekonomi, kebutuhan sosial,
perniagaan, kebudayaan, dan pertahanan. Jembatan sendiri salah satu bagian dari
jalan yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran transportasi. Terputusnya suatu
daerah dari pemerintah pusat atau daerah lain menghambat kemajuan daerah.
Struktur bangunan atas Jembatan Rangka Baja terdiri atas beberapa bagian
batang-batang utama pembentuk rangka batang induk, batang melintang, batang
memanjang, batang ikatan angin atas, batang ikatan angin bawah, ikatan pengaku,
selain itu penambahan bracing pada gelagar induk bisa mengurangi angka
kelangsingan sehingga bisa menghemat biaya. Dalam kajian ini menggunakan data
perencanaan jembatan nunukan kalimanatan utara dengan bentang 50 m, tinggi 5,5 m
dan lebar 7,5 m. perencanaan struktur disesuaikan dengan peraturan RSNI T 02-2005
dan RSNI T 03-2005 dengan mengunakan metode LRFD. Pemodelan dan analisa
struktur mengunakan progam bantu StaadPro V8i 2007.
Adapun hasil yang diperoleh dari perencanaan ulang, struktur menggunakan
dimensi dari jembatan ini perencanaan plat lantai kendaraan Tebal plat beton : 250
mm, dipakai tulangan pokok : D16 ? 200 mm ,dipakai tulangan bagi: ? 13 ? 250 mm,
gelagar memanjang Dipakai profil : WF 400 x 200 x 8 x 13, gelagar melintang
bawah dipakai profil : WF 594 x 302 x 14 x 23, perencanaan gelagar melintang atas
dipakai profil WF 200 x 200 x 8 x 12, gelagar induk dipakai profil : WF 400 x 400 x
20 x 30, ikatan angin dipakai profil: LD125x90x13, bracing gelegar induk dipakai
profil WF 400 x 200 x 8 x 13, Pada perletakan jembatan b : 50 cm l : 90 cm,
dihasilkan lendutan maksimal pada tengah bentang yaitu masing-masing pada joint
111 sebesar 12,370 mm, joint 78 sebesar 12,350 mm, joint 4 sebesar 29,329 mm,
joint 85 sebesar 29,375 mm (akibat kombinasi beban mati + beban hidup ?D? + Rem
+ angin) lebih kecil dari lendutan yang diijinkan sebesar 0,208 m < 21cm .