Abstract :
Kota Malang adalah salah satu kota yang pernah dijadikan sebagai
kota peristirahatan oleh para kolonial Belanda. Hal ini bisa dilihat dari
banyaknya bangunan bercirikan arsitektur kolonial mulai dari bangunan
rumah hingga sarana dan prasarana yang terdapat di Kota Malang. Adapun
tujuannya adalah memaksimalkan potensi yang dimiliki ini agar bisa
dikembangkan menjadi sebuah pariwisata berbasis sejarah.
Metode yang digunakan dalam pengembangan adalah metode
deskriptif untuk menjawab potensi objek sejarah Kota Malang, pembobotan
untuk mengetahui objek bersejarah yang mampu menarik wisatawan untuk
datang berkunjung dan analisa paket wisata untuk pengembangannya.
Adapun teknik triangulasi digunakan saat melakukaan kegiatan observasi
seperti halnya saat melakukan wawancara kepada para ahli.
Terdapat 19 objek bersejarah yang masuk dalam penelitian
diantaranya adalah Alun-Alun Tugu, Alun-Alun Merdeka, Balai Kota,
Masjid Jami?, Gereja Kayutangan, Gereja GPIB Immanuel, Gereja Ijen,
Klenteng Eng An Kiong, Museum MTD, Museum Brawijaya, Museum
Bentoel, Museum Mpu Purwa, Candi Badut, Situs Watu Gong, Sekolah Cor
Jesu, Kawasan Pecinan, Kawsan Ijen, Toko Oen Dan Stasiun Kota Malang.
Setiap objek wisata sejarah ini memiliki potensi dan daya tarik tersendiri
untuk menarik kunjungan wisatawan, sehingga arahan pengembangan wisata
yang dilakukan adalah dengan membuat sebuah paket wisata yang terdiri
dari Paket A, Paket B, Paket C dan Paket D. Pada setiap paket wisata terdiri
dari beberapa objek wisata sejarah dengan jenis yang berbeda yang
kemudian dibuatkan jalur wisata dengan mempertimbangkan kemudahan
pergerakan dalam mencapai objek wisata