Abstract :
Kurangnya lahan parkir pada kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat menyebabkan
kendaraan menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Hal tersebut menyebabkan kapasitas
ruas jalan atau simpang menjadi berkurang dan menyebabkan arus lalu lintas terhambat. Selain itu
kendaraan yang bermanuver untuk memarkirkan kendaraan atau melanjutkan kembali
perjalanannya menyebabkan tundaan lalu lintas. Hal tersebutlah yang menyebabkan sirkulasi lalu
lintas terganggu dan terjadinya kemacetan terutama pada saat jam-jam puncak. Oleh sebab itu,
peneliti mengambil judul penelitian tentang ?Kajian Kantong Parkir Sebagai Alternatif Mengurangi
Kemacetan?. Lokasi penelitian ini berada pada ruas jalan Kawi Atas (mulai dari pertigaan jalan
Pulosari hingga perempatan jalan Kawi) di Kota Malang. Penelitian ini akan menganalisis kebutuhan
serta ketersediaan lahan untuk kantong parkir dan seberapa besar tingkat kemacetan dapat
berkurang jika pada ruas jalan Kawi Atas terdapat kantong parkir tersebut, ditinjau berdasarkan
kinerja jalan dan simpang. Untuk dapat mengetahui seberapa besar tingkat kemacetan dapat
berkurang, maka dilakukan perbandingan antara kinerja jalan atau simpang eksisting kinerja jalan
atau simpang alternatif jika terdapat kantong parkir. Kinerja jalan atau simpang yang dinilai adalah
berdasarkan derajat kejenuhan, tundaan serta kecepatan kendaraan rata-rata. Berdasarkan hasil
analisis, titik kemacetan pada jalan Kawi Atas berdasarkan derajat kejenuhan tertinggi berada pada
kaki simpang jalan Kawi Atas dalam simpang bersinyal jalan Kawi Atas ? jalan Kawi, dengan nilai
derajat kejenuhan sebesar 1,0845 dan jika ada kantong parkir, nilai derajat kejenuhan tersebut
dapat berkurang 9,97% menjadi 0,9764. Titik kemacetan berdasarkan lamanya tundaan terburuk
juga berada pada kaki simpang jalan Kawi Atas dalam simpang bersinyal jalan Kawi Atas ? jalan
Kawi, yaitu selama 48,6427 detik/smp dan dapat berkurang 8,04% menjadi 44,7313 detik/smp.
Sedangkan titik kemacetan berdasarkan kecepatan hanya dapat diamati pada segmen 2, dengan
kecepatan rata-rata terendahnya adalah 25 km/jam dan dapat meningkat 51% menjadi 37,75
km/jam jika ada kantong parkir.