Abstract :
Melalui analisa diskritif kuantitatif yaitu dengan menganalisis timbunan
sampah yang terangkut, jumlah penduduk yang mendapat pelayanan
persampahan dan luas daerah yang terlayani diketahui bahwa tingakat
kinerja pengelolaan persampahan di Kota Batu saat ini berdasarkan standar
yang berlaku sudah cukup baik atau 77,08%. Melalui analisa distribusi
frekuensi skala linkert dikatahui pula kinerja pengelolaan p ersampahan
berdasarkan aspek yang mempengaruhi persampahan bahwa kinerja sudah
cukup baik dengan nilai interval 155 dan 435,5. Selain itu analisa faktor
yang mempengaruhi kinerja pengelolaan persampahan chi square diperoleh
faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan sampah adalah kinerja
pengelolaan sampah dengan kelembagaan, jumlah petugas, kinerja petugas,
jumlah dan jenis sarana prasarana, proses pemilahan di TPA, jumlah
pewadahan atau TPS, pengeluaran, kegiatan insentf kepada masyarakat,
kegiatan insentif bagi pengusaha investasi sampah, dan sanksi hukum.
Faktor kinerja pengelolaan sampah dengan sistem pengolahan sampah
jumlah petugas, kinerja petugas, jumlah dan jenis sarana prasarana, proses
pemilahan di TPA, jumlah pewadahan atau TPS, pengeluaran, kegiatan
insentif kepada masyarakat, kegiatan insentif bagi pengusaha investasi
sampah, dan sanksi hukum. Faktor kinerja pengelolaan sampah dengan
realisasi pemasukan, jumlah petugas, kinerja petugas, jumlah dan jenis
sarana prasarana, proses pemilahan di TPA, jumlah pewadahan atau TPS,
pengeluaran, kegiatan insentf kepada masyarakat, kegiatan insentif bagi
pengusaha investasi sampah, dan sanksi hukum. Faktor kinerja pengelolaan
sampah dengan peraturan, jumlah petugas, kinerja petugas, jumlah dan jenis
sarana prasarana, proses pemilahan di TPA, jumlah pewadahan atau TPS,
pengeluaran, kegiatan insentif bagi pengusaha investasi sampah, dan sanksi
hukum. Faktor peran serta masyarakat dengan kinerja petugas kebersihan,
pewadahan, kegiatan pemisahan sampah, retribusi sampah, etika terhadap
lingkungan dan kegiatan 3R.