Abstract :
Terminal merupakan bagian dari sistem transportasi dan merupakan
titik dimana terjadi aktivitas naik dan turun penumpang dan barang. Di Kota
Malang memiliki 3 Terminal dan 2 sub terminal. Terminal Hamid Rusdi
merupakan terminal paling baru yang ada di Kota Malang menggantikan
terminal sebelumnya yaitu Terminal Gadang. namun sejak awal beroperasi
pada tahun 2009 hingga tahun 2015 belum menunjukkankinerja yang bagus.
Hal ini dilihat dari tidak adanya angkutan umum yang masuk ke terminal
untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Angkutan umum lebih
memilih menggunakan kawasan sekitar Pasar Gadang sebagai terminal
bayangan.
Metode yang digunakan dalam mencapai sasaran penelitian adalah
dengan melakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait dan penyebaran
kuesioner kepada 216 responden dengan pengambilan sampling
menggunakan probabiity sampling. Metode analisa yang digunakan adalah
analisa deskriptif untuk mengetahui faktor yang mengakibatkan Terminal
Hamid Rusdi tidak berfungsi. Metode selanjutnya adalah uji chi-square
untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kinerja
Terminal Hamid Rusdi. Dan metode analisa yang teakhir adalah SWOT
untuk membuat arahan strategi atau upaya yang dapat dilakukan untuk
mengaktifkan kembali fungsi Terminal Hamid Rusdi. Dari proses analisa
yang dilakukan didapat bahwa faktor utama yang mempengaruhi tidak
berfungsinya Terminal Hamid Rusdi adalah karena tujuan penumpang dan
angkutan umum adalah Pasar Gadang, bukan karena kegiatan
perdagangannya namun karena keberadaan Terminal Bayangan. Kemudian
untuk kinerja Terminal Hamid Rusdi itu sendiri tergolong sudah cukup,
dimana faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut diantaranya :
pemasukan, luas terminal, belanja modal, belanja operasional, rambu-rambu,
kesesuaian jam keberangkatan dan pelayanan komplain. Sedangkan
rekomendasi untuk arahan strategi atau uoaya untuk mengaktifkan kembali
fungsi Terminal Hamid Rusdi adalah dengan rekayasa lalu lintas.