Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Manek, Yunita Maria Irimida
Subject
Area Planing Engineering (PWK)
Datestamp
2019-03-06 03:22:59
Abstract :
One Village One Product (OVOP) merupakan suatu gerakan masyarakat yang telah
melembaga dan melibatkan kelembagaan Pemerintah. Bermula di Provinsi Oita-Jepang, oleh
Morihiko Hiramatsu gerakan satu desa satu komoditas ini sukses mengangkat harkat desa miskin
Oyama berkat adanya hasil pertanian unggulan meskipun dengan skala kecil. Kesuksesan yang
diraih Jepang tidak terjadi dengan begitu saja, melainkan karena adanya penguatan kelembagaan
di tingkat local, terutama tak lepas dari adanya peran Pemerintah melalui perwujudan lembaga
formal (bentukan Pemerintah) yang menjadi penggerak program. Keberhasilan OVOP di Jepang
tidak terlepas dari peran Pemerintah yang diwujudkan dalam suatu kelembagaan yang berfungsi
sebagai fasilitator dalam membantu melakukan inovasi teknis, produksi dan pemasaran. Hal ini
membuat Jepang mampu mengubah kondisi Oita dari daerah termiskin menjadi daerah yang
menjadi tujuan para pencari pekerjaan dari tahun 1998 hingga 2007. Kesuksesan tersebut
kemudian mengilhami sejumlah Negara untuk menerapkan gerakan serupa OVOP, salah satunya
adalah Thailand yang juga berhasil mengembangkan konsep OVOP dengan nama One Tambon
(Kecamatan) One Product (OTOP). Dalam konteks Indonesia, OVOP juga telah diterapkan oleh
Pemerintah yang tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah dijalankan oleh Jepang dan Thailand.
Gerakan One Village One Product (OVOP) di Indonesia telah menjadi prioritas pembangunan
nasional. Hal ini didukung dengan ditetapkannya Inpres No.6 Tahun 2007 tentang Kebijakan
Percepatan Pengembangan Sektor Rill dan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
Pengembangan usaha menengah, kecil dan mikro merupakan bagian yang terintegrasi dalam
program pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kota Malang. Sentra Home Industry di
Desa Dalisodo dan Sentra Home Industry di Desa Toyomarto merupakan dua dari sekian banyak
IKM yang ada di Kota Malang.
Tahapan analisis yang dilakukan adalah penentuan produk unggulan menggunakan criteria
OVOP serta tahapan pengembangan OVOP. Dari analisis untung rugi dan SWOT peneliti
mengetahui potensi dan masalah yang ada. Kemudian kembali melakukan strategi pengembangan
produk unggulan. Produk unggulan pada hasil analisis adalah produk Dupa Desa Dalisodo dan
produk Cobek Batu Desa Toyomarto
Hasil penelitian ini untuk mengembangkan sentra home industry yang ada di Desa Dalisodo
dan Desa Toyomarto agar lebih maju dan produktif..oleh karena itu ditekanka pada
pengembangan karakter industry. Hal ini dikarenakan pengembangan sentra home industry Dupa
Desa Dalisodo dan sentra Home industry Cobek Batu Desa Toyomarto kurang mendapat
perhatian dari pihak instansi terkait, sehingga dibuat oleh peneliti untuk mengembangka sentra
home industry Dupa Desa Dalisodo dan sentra home industry Cobek Batu Desa Toyomarto yang
lebih berkompetitif da produktif, agar dapat bersaing dalam pasar global.
Kata kunci: Pengembangan, Sentra Home Industri, One Village One Product, dan Industry Dupa
dan Cobek Batu