Abstract :
Kabupaten Flores Timur berada pada wilayah kepulauan dan
memiliki 3 pulau utama yaitu Pulau Flores-Timur (Larantuka), Pulau
Adonara dan Pulau Solor. Hubungan antara satu pulau dengan pulau
lainnya menjadi saling ketergantungan, karena terdapat 1 pelabuhan yang
menyediakan wilayah pemasaran produksi dan fasilitas pelayanan lainnya, di
sisi lain wilayah belakang menyediakan bahan baku konsumsi komoditas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat potensi dan pola pergerakan
barang antar pulau di Kabupaten Flores Timur. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode survai untuk melakukan pemetaan terhadap pola
pergerakan.
Hasil penelitian menunjukkan potensi wilayah Kabupaten Flores
Timur berasal dari sektor pertanian dan terdistribusi ke luar wilayah
kabupaten. Masing-masing potensi terdistribusi berdasarkan usaha petani
dalam menjual barang daganganya. Barang-barang hasil kesepakatan
perdagangan akan terdistribusi pada pelabuhan yang memiliki prasarana
pendukung. Kecamatan Larantuka berperan sebagai wilayah pemasaran dan
penyedia fasilitas penunjang sistem produksi dan pelayanan publik lainnya,
seperti pasar, terminal, pelabuhan bagi wilayah belakangnya. Pola
pergerakan barang umumnya memusat di Pelabuhan Larantuka dan mulai
menyebar pada Pelabuhan Terong (Pulau Adonara) sebagai simpul
menengah yang membantu distribusi. Berdasarkan arus barang, konsumsi
masyarakat masih didominasi oleh sektor pertanian yaitu pemenuhan
kebutuhan akan barang-barang pemenuh kebutuhan sehari-hari yang bersifat
primer. Kebutuhan pengembangan dalam penelitian ini adalah menunjukan
peran potensi wilayah dalam pergerakan barang.
Kata-kata kunci: potensi wilayah, pola, barang