DETAIL DOCUMENT
Integrasi metode forecasting, EOQ dan AHP guna optimalisasi produksi industri consumer goods
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Afandy, Galih
Subject
Industrial Engineering 
Datestamp
2022-03-04 03:32:14 
Abstract :
Pada tahun 2020 virus baru yang dikenal sebagai covid-19 menyebar ke seluruh dunia sehingga menjadi pandemi. Pemerintah berupaya mencegah penularannya melalui kebijakan pembatasan sosial. Banyak yang tidak siap dengan kebijakan tersebut termasuk CV Kembang Jaya. CV Kembang Jaya merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang consumer goods dengan memproduksi air minum dalam kemasana (AMDK). Pada tahun 2020 terjadi penurunan penjualan mencapai 62%. Pada tahun 2021 pemerintah melakukan vaksinasi dan penyesuaian kebijakan pembatasan sosial, hal ini membuat penjualan AMDK kembali pada level normal. Untuk itu perlu dilakukan peramalan permintaan untuk merencanakan produksi pasca vaksinasi. Penyesuaian jumlah produksi secara otomatis harus diikuti dengan penyesuaian persediaan bahan baku. Dalam memenuhi kebutuhan produksi periode semester I 2021, CV Kembang Jaya melakukan pemesanan bahan kemas dengan frekuensi mencapai 9 kali. Frekuensi pemesanan yang sering membuat biaya biaya persediaan membengkak. Untuk itu perlu perlu dilakukan perhitungan jumlah pembelian yang optimum. Persediaan bahan kemas diperoleh dari supplier. Memiliki satu supplier membuat terhentinya kegiatan produksi CV Kembang Jaya akibat kendala yang dialami supplier. Tejadi keterlambatan produksi dan banyaknya produk cacat ketika perusahaan memiliki lebih dari satu alternatif supplier. Untuk itu penting bagi perusahaan mampu menentukan alternatif supplier terbaik. Penelitian ini menggunakan metode forecasting untuk melakukan peramalan, metode economic order quantity (EOQ) untuk menghitung jumlah pemesanan yang ekonomis serta metode analytical hierarchy process (AHP) untuk menganalisa dan memilih supplier terbaik. Untuk mendapatkan metode forecasting yang tepat maka dilakukan perbandingan tiga metode forecating yang mewakili pola data historis. Diantara ketiga metode forecasting yang diperbandingkan yaitu metode eksponential smoothing dengan alfa 0,9; metode proyeksi tren dan moving average dengan rata-rata bergerak 3 periode. Pengolahan data peramalan digunakan alat bantu POM QM dan didapati bahwa metode proyeksi tren memiliki nilai ukuran kesalahan terkecil dengan MAD 4.513,18 MSE 23.671.250 dan MAPE 0,17 sehingga metode proyeksi tren digunakan untuk meramalkan permintaan yang akan datang. Hasil peramalan permintaan untuk tahun 2022 adalah sebesar 363.683 dus. Hasil peramalan tersebut kemudian digunakan dalam perhitungan EOQ sehingga didapatkan hasil EOQ adalah sebesar 3.858.755 pcs dengan safety stock sebesar 8.301 pcs; reoder point di 85.005 pcs dan frekuensi pemesanan dalam satu tahun menjadi 4 kali. Pengolahan data analytical hierarchy process (AHP) menggunakan alat bantu expert choice 11 dan didapatkan hasil bahwa PT Hokkan Deltapack Industri terpilih sebagai supplier terbaik dengan nilai 0,3843. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang