DETAIL DOCUMENT
proses terbentuknya ruang oleh tahanan politik pulau buru, provinsi Maluku
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Budi, Watimena
Subject
Area Planing Engineering (PWK) 
Datestamp
2022-06-07 04:48:05 
Abstract :
Masalah yang sering ditemui dalam perkembangan perkotaan yakni alih fungsi lahan dalam arti perubahan penggunaan lahan, pada dasarnya tidak dapat dihindarkan dalam pelaksanaan pembangunan (Lisdiyono, 2004). Pertumbuhan penduduk yang pesat serta bertambahnya tuntutan kebutuhan masyarakat akan lahan, seringkali mengakibatkan benturan kepentingan atas penggunaan lahan serta terjadinya ketidaksesuaian antara penggunaan lahan dengan rencana peruntukannya. (Khadiyanto, 2005). Sedangkan lahan itu sendiri bersifat terbatas dan tidak bisa ditambah kecuali dengan kegiatan reklamasi Sujarto dalam Untoro, (2006). Pada tanggal 17 Agustus Tahun 1969, 800an orang dikirim ke Pulau Buru dari pelabuhan Sodong, Nusakembangan dengan menggunakan kapal perang ALRI. Pengiriman dilakukan bertahap antara lain pada bulan Agustus Tahun 1969 sebanyak 850 orang, pada bulan Desember Tahun 1969 sebanyak 1.600 orang dan pada Tahun 1970 sebanyak 5.000 orang, yang dimulai sejak bulan Juli, Agustus, dan September. Setelah itu untuk menjadikan Pulau Buru sebagai permukiman maka dilangsungkan pengiriman keluarga para tahanan ke Pulau Buru pada Tahun 1972 diantaranya 164 orang istri, 485 anak anak dan tiga orang ibu dari para tahanan yang diasingkan. Jumlah keseluruhan yang dikirim menjadi 10.652 orang. Para tahanan politik pada awal pembuangan dipaksa membuka lahan pertanian dengan alat seadanya yang pada akhirnya penanaman padi menjadi sawah mulai berkembang di Provinsi Maluku dengan kondisi wilayah yang cenderung gersang dan kering. Sawah tersebut berhasil menghasikan panen sebesar 80 ton pada awal masa pembuangan, hingga kini lumbung padi tersebut merupakan lumbung padi terbesar nomor dua skala Nasional yang berada dilokasi para tahanan politik. Tati Haryati, (2018). Pengiriman tahanan politik tanpa sepengetahuan mereka, dilakukan secara rahasia. Maka pada penelitian kali ini penulis ingin mengidentifikasi proses perubahan ruang yang terjadi dalam kurun waktu Tahun 1969 hingga Tahun 1972 dan sekarang yang terjadi di Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Provinsi Maluku, Serta faktor faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Kata Kunci : perubahan ruang angkasa, tahanan politik, penanaman, faktor, penulis. 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang