Abstract :
Kota Malang merupakan kota pendidikan yang setiap tahunnya
selalu didatangi oleh mahasiswa ? mahasiswi dari daerah lain sehingga
menyebabkan pertambahan jumlah penduduk di setiap tahunnya sehingga
secara garis lurus akan menumpukan perkembangan aktivitas secara social
maupun ekonomi. Dengan melihat permasalahan tersebut untuk memenuhi
kebutuhan aktivitas masyarakat maka perlu adanya penyediaan lahan yang
cukup dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas masyarakat sehingga
perkembangan tata guna lahan secara spasial semakin meningkat sehingga
menyebabkan terjadinya arus pergerakan yang padat.
Kebijakan pemerintah untuk perubahan suatu jalur jalan satu arah
menjadi jalan dua arah di salah satu daerah pada dasarnya terjadi kemacetan
jumlah volume lalu-lintas. Hal ini dikarenakan jumlah kendaraan bermotor
tiap harinya bertambah banyak dan tidak diimbangi dengan bertambahnya
jalan atau pembangunan yang ada. Kota malang merupakan kota pelajar
dimana banyak pendatang dari luar kota yang semakin memperparah
kemacetan di Kota Malang. Namun perubahan jalur di jalan MT Haryono
dan Mayjend panjahitan harus mempertimbangkan aspek sosial dan aspek
ekonomi di sekitar jalur tersebut.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh perubahan jalur dari jalur satu arah dan jalur dua arah terhadap
ekonomi masyarakat yaitu biaya pendapatan, biaya bahan bakar, biaya
operasional, biaya rumah tangga, waktu perjalanan dan jarak perjalanan
yang terjadi adanya pro ? kontra masyarakat.
Dalam melakukan penelitian ini menggunakan beberapa metode
diantaranya program SPSSS 20 dengan analisa berganda. Data ? data yang
digunakan adalah data ? data primer yang diperoleh dari hasil survey dan
data ? data sekunder berupa data instansi.
Hasil analisis terhadap data ? data tersebut memperlihatkan tidak
adanya pengaruh kebijakan perubahan jalur dua arah menjadi satu arah
terhadap ekonomi masyarakat berupa biaya pendapatan, pengeluaran biaya
bahan bakar, pengeluaran biaya operasional, pengeluaran biaya rumah
tangga, waktu perjalanan dan jarak perjalanan di sepanjang koridor jalan Mt
Haryono dan jalan Mayjend Panjahitan.