Abstract :
Ampas tebu dan kulit singkong merupakan limbah yang dapat di
manfaatkan, dengan demikian pemanfaatannya untuk membuat briket adalah
solusi dijadikan bahan bakar. Bahan bakar minyak merupakan sumber energy
dengan konsumsi terbesar saat ini jika dibandingkan dengan energy lainnya.
Padahal cadangan minyak bumi kita semakin menipis. Dorongan ini yang
meberikan peluang untuk membuat energi terbarukan seperti briket. Briket
merupakan salah satu jenis produk untuk sumber energi biomassa yang bisa
diperbaruhi. Dari pemaparan di atas penulis ingin melakukan penelitian dengan
menggunakan bahan baku ampas tebu dan kulit singkong dengan menggunakan
perekat tepung tapioka, dengan tiga komposisi 70;55;15, 55;70;15, 60;60;15
gram, pada penelitian di dapatkan hasil. Pada penelitian ini menghasilkan Nilai Kalor paling rendah di dapat dari
komposisi briket 60;60;15 dengan Hasil 3,753 kal/gr, Sedangkan untuk laju
pembakaran tertinggi di dapat dari komposisi 70;55;15 dengan hasil sebesar
4,665 kal/gr. Laju pembakaran paling rendah di dapat dari komposisi 70;55;15
dengan hasil 0,054 gr/menit. Sedangkan untuk laju pembakaran tertinggi di dapat
dari komposisi 60;60;15 dengan hasil sebesar 0,058 gr/menit. Kadar air terendah
di dapat dari komposisi 70;55;15 dengan Hasil 14,607%. Sedangkan untuk laju
pembakaran tertinggi di dapat dari komposisi 60;6015 dengan hasil sebesar
30,460%.
Kata kunci : Briket, Ampas Tebu, Kulit Singkon, Tepung Tapioka