Abstract :
PT. Nindya Karya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
menjalankan usaha di bidang jasa konstruksi yang berperan dalam kegiatan
pembangunan pengembangan sarana dan prasarana penunjang Pos Lintas Batas
Negara (PLBN) terpadu di Entikong Kalimantan Barat. Salah satunya adalah
Proyek Gedung Serbaguna PLBN Entikong. Dilihat dari time schedule proyek
bahwa jadwal kurang efektif dimana dalam pelaksanaan proyek diajukan addendum
Contract Change Orde (CCO) pada minggu ke-20 dan addendum waktu pada
minggu ke-31.
Penjadwalan dengan metode Critical Path Methode (CPM) dan metode
percepatan penjadwalan dengan metode Fast Track lebih efektif dalam mereduksi
durasi pelaksanaan. Dengan menggunakan metode ini tidak terjadi penambahan
tenaga kerja dan biaya pada masing-masing aktivitas pada lintasan kritis maupun
non kritis. Semakin cepat proyek selesai tentu akan lebih mengefisiensi biaya tak
langsung pada proyek. Untuk itu dalam melakukan rescheduling pada Proyek
Gedung Serbaguna PLBN dipilih kedua metode tersebut, dengan harapan dapat
menghasilkan penjadwalan yang optimal dan logis.
Dari hasil analisis didapatkan durasi normal perencanaan proyek yaitu 359 hari
setelah dilakukan rescheduling dapat mereduksi durasi sebesar 57 hari dengan
penurunan persentase sebesar 15,88 % sehingga durasi proyek menjadi 302 hari
dan tidak terjadi overallocated pada Sumber Daya yang tersedia di Lapangan. Biaya
tak langsung pada durasi normal Rp.109.249.085 dan setelah dilakukan
rescheduling menjadi Rp. 91.903.130 terjadi efisiensi biaya sebesar Rp.
17.345.955.