Abstract :
Kedalaman kolam dermaga yang saat ini masih 8 meter dianggap sudah tidak mampu untuk aktivitas bongkar
muat dengan kapasitas kapal yang lebih besar. Adanya peningkatan penggunaan peti kemas dan naiknya roda
ekonomi di Indonesia menjadi salah satu alasan pendorong untuk dilakukannya pengerukan pada kolam labuh.
Dari hasil borelog yang di dapatkan bahwa jenis tanah pada area kolam labuh dermaga berlian adalah jenis pasir
kerang lempungan. Dengan menggunakan metode pendekatan trapesium banyak pias maka di dapat volume
pengerukan sebesar 1.659.786 m3 dengan menggunakan kapal keruk Cutter Suction Drdger (CSD) dan di bantu
oleh kapal Split Hopper Barge (tongkang). Adanya aktifitas pengerukan di area kolam labuh, dapat
mengkhawatirkan keamanan dari dinding dermaga. Dimana pada saat ini dinding dermaga telah diperkuat oleh
tiang panjang baja tipe SPSP1016 T14. Dalam menganalisis stabilitas lereng digunakan bantuan program
komputer yakni PLAXIS V.2 untuk mengetahui angka kemanan secara akurat dalam waktu yang singkat.
Berdasarkan hasil analisa stabilitas lereng pada sisi depan dan belakang tiang pancang di dapatkan bahwa
dinding dermaga aman terhadap longsor / sliding. Serta berdasarkan perhitungan biaya dan durasi pengerukan
diperkirakan sebesar Rp. 23.267.784,000 selama 4 bulan .