Abstract :
Dalam bidang kuliner, bakso merupakan makanan yang sangat populer
dan banyak disukai oleh berbagai jenis kalangan masyarakat mulai dari anak-anak
hingga dewasa. Banyaknya pecinta kuliner bakso sehingga membuat para
pengusaha skala industri Mikro, Kecil, dan Menengah mendirikan usaha kuliner
bakso. Namun, pada umumnya pengusaha bakso dalam menghasilkan bulatan?bulatan bakso masih dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia tanpa
bantuan mesin. UMKM ?Bakso Cak Keson? merupakan suatu Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah yang terletak di Jl. Moh. Said Rt.01 Rw.01 No.39 Ketapang
Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Usaha ini memproduksi
bakso dimana kapasitas produksi pada setiap harinya mencapai 35 kg per hari.
UMKM ini memiliki beberapa cabang dan juga menjadi supplier sehingga untuk
menghasilkan bulatan-bulatan bakso dalam jumlah banyak perlu kecepatan dan
tenaga yang cukup besar sebab proses produksi masih dilakukan secara manual
terutama pada saat proses pencetakan dan perebusan bakso. Sehingga untuk
meningkatkan produktivitas pembuatan bakso perlu dirancangan suatu alat yang
lebih efektif, efisien, dan ergonomis berdasarkan pendekatan antropometri.
Untuk menghasilkan desain fasilitas kerja yang ergonomis maka harus
memperhatikan faktor manusia seperti ukuran, bentuk, postur kerja, perilaku dan
kebiasaan operator dalam beraktivitas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati
proses pembuatan bakso terutama pada proses pencetakan dan perebusan untuk
memperoleh data antropometri dan data waktu kerja operator yang mana data
akan diolah sebagai pertimbangan dalam merancang alat kerja berupa mesin.
Dengan adanya ilmu antropometri ini unsur ergonomis dalam suatu produk akan
terpenuhi, karena perancangan mesin berpedoman pada antropometri pemakainya.
Sehingga resiko kecelakaan kerja dapat berkurang serta produktivitas produksi
menjadi lebih meningkat.
Dari hasil penelitian ini di dapatkan mesin pencetak dan perebusan bakso
semi otomatis dengan panjang mesin 90 cm, lebar 40 cm, tinggi 100 cm, tinggi
output bakso 75 cm, tinggi wadah 65 cm. Dengan ini maka proses pencetakan dan
perebusan menjadi lebih efektif dan efisien. Adanya perancangan mesin ini
membuat proses pencetakan dan perebusan bakso menjadi lebih cepat dimana
waktu standart proses pencetakan dan perebusan bakso dari 44,2 menit/5kg
menjadi 7,75 menit/5kg, kemudian kini output yang dihasilkan juga menjadi lebih
banyak dari 6,6 kg/jam menjadi 38,70 kg/jam sehingga diperoleh kenaikan
prosentase output standart sebesar 486,3%.