Abstract :
Kondisi di Kecamatan Blimbing apabila dibiarkan tanpa pengendalian
maka dapat diramalkan pada suatu prosentase Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan
semakin mengecil dibandingkan dengan luas kawasan terbangun disekelilingnya.
Padahal Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada suatu kota sangat berpotensi untuk
dikembangkan sebagai Ruang Terbuka Publik dan unsur paru-paru kota tanpa
mengabaikan kemungkinan peningkatan nilai tambah ekonomis bila kebijakan
perencanaan pembangunan dan pengelolaannya dilakukan atas dasar konsep
spatial arrangements and sustainable development.
Penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Metode
analisa merupakan suatu metode lanjutan dalam menganalisa data-data yang
diperoleh dari survey yang telah dilakukan baik dengan survey primer maupun
sekunder. Metode analisa yang digunaka adalah metode analisa kualitatif
deskriptif. Adapun metode-metode analisa yang digunakan adalah metode analisa
pemanfaatan ruang, analisa jenis kegiatan/aktifitas, analisa efektifitas fungsi
vegetasi.
Pada dasarnya pemilihan jenis vegetasi pada area Ruang Terbuka Hijau
yang terdapat pada objek studi (Taman Kalimewek/Kendedes, Taman Cisadea,
Taman Cidurian) sudah dapat memenuhi tingkat kebutuhan akan kesehatan
masyarakat dan pencegah kebisingan akan tetapi perawatan secara berkala dan
kepedulian yang kurang terhadap tanaman yang mengakibatkan kondisi Ruang
Terbuka Hijau terlihat kurang terawat, sehingga Ruang Terbuka Hijau yang
seharusnya dapat menjadi tempat untuk melakukan aktivitas pelayanan public
menjadi panas, gersang, dan suram hal ini menjadikannya masyarakat enggan
untuk berlama lama di area Ruang Terbuka Hijau (RTH).