Abstract :
Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali
dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Setiap proyek selalu dibatasi oleh
kendala-kendala yang sifatnya saling mempengaruhi dan biasa disebut sebagai segitiga
project constraint yaitu lingkup pekerjaan (scope), waktu dan biaya. Pada proyek
pembangunan RSI Unisma tahap 3 Malang tidak berjalan sesuai dengan rencana, karena
mengalami keterlambatan pada tahap pelaksanaannya terutama pada pekerjaan struktur.
Metode yang digunakan untuk mengatasi keterlambatan pada proyek pembangunan
RSI Unisma Tahap 3 Malang adalah Time Cost Trade Off (TCTO) dengan alternatif
penambahan jam kerja lembur 1 jam, dan 2 jam pada sisa pekerjaan struktur yang berada
pada lintasan kritis, serta membandingkan waktu dan biaya normal dengan waktu dan
biaya setelah percepatan.
Berdasarkan hasil analisa perhitungan, dari sisa waktu normal 74 hari dan sisa biaya
pelaksanaan sebesar Rp 3.909.407.471,21, didapatkan hasil waktu percepatan dengan
penambahan 1 jam lembur yaitu 65 hari (12,16% berkurang), sedangkan untuk biaya
percepatan sebesar Rp 3.937.350.283,71 (0,71% bertambah), dan hasil waktu percepatan
dengan penambahan 2 jam lembur yaitu 62 hari (16,22% berkurang), sedangkan untuk
biaya percepatan sebesar Rp 3.950.526.091,00 (1,05% bertambah). Maka dari hasil
percepatan yang paling optimal adalah dengan penambahan 2 jam lembur karena
memiliki waktu penyelesaian lebih cepat dari waktu normal dan dengan biaya paling
optimal.