Abstract :
Persimpangan merupakan tempat kendaraan dari berbagai arah bertemu dan
merubah arah. Suatu persimpangan yang tidak diatur dengan baik akan menimbulkan
masalah seperti kemacetan, sehingga penerapan berbagai metode dalam pengaturan
persimpangan sangat diperlukan. Permasalahan yang akan diteliti terjadi pada simpang
saptorenggo Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk menilai tingkat pelayanan pada
simpang tersebut maka perlu dianalisis kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang
antrian dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Evaluasi
simpang empat tak bersinyal ini bertujuan untuk menganalisis apakah simpang tersebut
perlu ditingkatkan berdasarkan syarat PKJI 2014 yaitu apabila simpang tersebut melebihi
syarat derajat kejenuhan (DJ) 0,85 maka simpang tersebut perlu dilakukan perubahan
desain.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survei di lapangan untuk
mendapatkan data primer dan data sekunder. Untuk mendapatkan data primer maka
dilakukan survei selama 3 hari yaitu senin 29 Maret 2021, rabu 31 Maret 2021, sabtu 3
April 2021, dan untuk data sekunder akan didapatkan dari BPS Kabupaten Malang.
Analisa kinerja simpang menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014
untuk perhitungan derajat kejenuhan, antrian, dan tundaan. Untuk evaluasi tingkat
pelayanan jalan atau kinerja simpang menggunakan Peraturan Menteri Perhubungan No.
96 tahun 2015.
Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa simpang memerlukan peningkatan kinerja
simpang, dapat dilihat dari nilai derajat kejenuhan yang sudah melampaui batas standart
yaitu dengan nilai derajat kejenuhan (DJ) = 1,12 dan nilai tundaan sebesar 26,28 dengan
tingkat pelayanan D yang sudah melewati syarat minimal tingkat pelayanan untuk jalan
lokal primer yaitu seminim-minimalnya C. Untuk solusi permasalahan tersebut maka
akan dilakukan perencanaan pemasangan APILL dengan 3 fase. Dari hasil perhitungan
perencanaan alternatif dengan APILL didapat hasil derajat kejenuhan tertinggi yaitu 0,84
dimana DJ ? 0,85 yang mana tingkat pelayanannya adalah C yang sudah memenuhi
tingkat pelayanan untuk jalan lokal primer. Untuk tundaan rata-rata maksimum yaitu
22,729 det/kend, dan panjang antrian maksimun yaitu 53,18. Dari perhitungan alternatif
ini didapat waktu siklus pada pagi hari 97 detik, pada siang hari 78 detik dan pada sore
hari 140 detik. Untuk prediksi 5 tahun kedepan didapat nilai derajat kejenuhan sebesar
1,15 dan nilai tundaan 273,873 detik.