Abstract :
Morfologi kawasan Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, merupakan salah satu penyebab bencana tanah longsor yang menimbulkan berbagai macam kerugian seperti kerusakan infrastruktur hingga jatuhnya korban jiwa. Upaya mitigasi bencana tanah longsor yang dapat dilakukan adalah pemetaan rawan bencana dengan memanfaatkan kemampuan UAV beserta sistem informasi geografis untuk mengidentifikasi bencana tanah longsor. Metode identifikasi longsor dilakukan dengan memanfaatkan DEM presisi foto udara UAV yang menggunakan metode penajaman spasial (filtering) untuk menghapus vegetasi sehingga mendapatkan detail dari permukaan topografi dengan dua cara yaitu manual dan otomatis. Hasil klasifikasi slope dengan DEM presisi, menunjukkan kelas kemiringan lereng yang paling mendominasi adalah kelas datar dengan luas sebesar 12.135 Ha (29.33%). Hasil klasifikasi peta rawan tanah longsor dengan model pendugaan dari Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat (Puslittanak) Tahun 2004, didominasi oleh tingkat kerawanan longsor klasifikasi tinggi dengan luas area sebesar 19.418 Ha (46.95%). Akurasi pada peta rawan longsor yang dihasilkan menunjukkan nilai persentase keakuratan sebesar 82%.