Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Ahmad Reji Islahul, Walidi
Subject
Area Planing Engineering (PWK)
Datestamp
2022-04-11 05:31:26
Abstract :
Berdasarkan BNPB tahun 2018, Nusa Tenggara Barat merupakan salah
satu dearah yang rawan bencana gempa bumi. Gempa berkekuatan 6.9 SR pada
tahun 2018 telah mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Timur. Menurut data
yang dihimpun dari Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen) Balitbang PUPR,
gempa di Kabupaten Lombok Timur juga menelan korban jiwa maupun materil
sebanyak 15 orang meninggal dunia, 353 korban luka-luka, 830 rumah rusak
berat, dan 1326 rumah rusak ringan. Maka dalam penelitian mitigasi structural
dengan penyediaan jalur evakuasi yang jelas untuk mengurangi risiko korban
jiwa.
Dalam upaya untuk mengurangi jumlah korban jiwa maka dalam
Penelitian ini bertujuan menentukan jalur evakuasi Menggunakan Metode
Network Analisys Dikawasan Bencana Gempa Bumi Di Kabupaten Lombok
Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksploratif. Pengumpulan
data dalam penelitian menggunakan 2 (dua) cara yaitu pengumpulan data primer
dan pengumpulan data sekunder. Metode dalam menganalisa data menggunakan
metode Network Analyst.
Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Kecamatan Sembalun
merupakan kecamatan dengan jumlah kerusakan yang paling timggi sehingga
menjadi focus dalam penentuan jalur evakuasi gempa bumi. Dari penghitungan
yang sudah dilakukan didapatkan bahwa masing-masing titik kumpul dan tempa
evakuasi akhir di Kecamatan Sembalun sudah mampu menampung jumlah
pengungsi yang ada. Untuk penentuan jalur evakuasi dari titik kumpul menuju
tempat evakuasi akhir menggunakan tools closet facility pada GIS berfungsi untuk
menentukan rute terdekat dari insiden point menuju titik akhir, dari hasil
penghitungan dari titik kumpul menuju TEA didapatkan rata-rata jarak yang
ditempuh 311 m sampai 1153 m.
Kata kunci : Jalur Evakuasi, TES, TEA, Bencana Gempa Bumi.