Abstract :
Kota Tarakan adalah kota terbesar di provinsi Kalimantan Utara, dengan luas wilayah sebesar 250,80 km2 dan luas lautan sebesar 406,53 km2. Sebuah pulau dengan letak yang cukup strategis menjadikan Kota Tarakan sebagai tempat persinggahan atau transit bagi orang. Maka banyak yang akan datang dengan alasan menetap maupun hanya singgah untuk bekerja di perusahaan atau tempat kerja lainnya di Kota Tarakan. Sehingga akan membuat pertumbuhan penduduk semakin meningkat dan lahan di Kota Tarakan akan semakin sedikit karena para penduduk baru akan membutuhkan lahan untuk tempat tinggal. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menemukan solusi untuk penanganan pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan, Kalimantan Utara melalui analisa penggunaan lahan dengan SKL (Satuan Kemampuan Lahan) sehingga dapat mengetahui lahan mana yang memiliki kemampuan lahan tinggi sehingga dapat dibangun rumah vertical. Namun juga tetap harus melihat penggunaan lahan dan rencana tata ruang wilayah Kota Tarakan. Lahan yang dapat dibangun rumah vertical di Kota Tarakan terdapat pada kelurahan Juata Permai dengan luas lahan kosong 11.522.7113,3 m², Kampung 6 dengan luas lahan kosong 129.183,09 m², dan Gunung Lingkas dengan luas lahan kosong 304.340,2 m². Dengan luas lahan tersebut dan menyesuaikan dengan RTRW Kota Tarakan maka rumah vertical dapat dibangun dengan luas 15.000 m². Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan dari pemerintah.