Abstract :
Abstrak
Pabrik gula Kebon Agung adalah salah satu pabrik gula yang
memiliki peran penting dalam struktur perekonomian mikro maupun makro
Malang Raya, khususnya Kabupaten Malang bagian selatan. Dengan
pentingnya peran pabrik gula Kebon Agung dalam struktur perekonomian
masyarakat, keberlanjutan pabrik gula Kebon Agung akan sangat dibutuhkan
oleh masyarakat luas. Seiring berjalannya waktu, telah terjadi banyak
perubahan dalam perkembangan teknologi dan pengetahuan, sehingga
membawa banyak perubahan yang menuntut pabrik gula Kebon Agung untuk
terus berbenah diri agar tetap dapat bertahan ditengah munculnya berbagai
kendala yang bersifat multi dimensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk
megetahui kelayakan lokasi pabrik gula Kebon Agung apabila dilihat dari
aspek transportasi berdasarkan perspektif teori yang dikemukakan Alfed
Weber (1906) yang menganggap lokasi ideal industri adalah lokasi dengan
biaya transportasi termurah. Mengingat telah terjadi perubahan pola
transportasi utama yang digunakan oleh pabrik gula Kebon Agung, dimana
pada masa lampau pabrik gula Kebon Agung menggunakan kereta lori
sebagai alat angkut utama dalam proses transportasi bahan baku maupun
produk jadi, sedangkan saat ini kendaraan angkut yang digunakan sudah
secara menyeluruh menggunakan kendaraan roda 6 atau lebih yang biasa kita
kenal dengan nama truk angkut. Dalam penelitian ini penulis menggunakan
metode Indeks Material, isodapan, dan biaya transportasi logis, dimana
sampel yang digunakan adalah berdasarkan masing-masing kebutuhan data
antara lain adalah jumlah bahan baku tebu beserta asalnya, para pengemudi
truk yang berperan sebagai pengantar bahan baku ataupun produk jadi, dan
jumlah penduduk kecamatan yang berpotensi sebagai lokasi ideal pabrik gula
apabila dilihat berdasarkan biaya transportasi yang dikeluarkan