Abstract :
ABSTRAK
Implementasi dan Optimasi Desain pada Proyek Pengembangan
Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa dengan Metode
Rekayasa Nilai (Value Engineering)
Pembangunan infrastruktur jalan begitu krusial bagi perkembangan ekonomi
lokal maupun nasional. Situasi di lapangan memperlihatkan adanya gap antara
pembangunan infrastruktur di wilayah utara Jawa dengan wilayah selatan. Hal
tersebut saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan percepatan
pembangunan jalan melalui proyek Development of Trans South ? South Java Road
Project (TRSS), dengan dana yang berasal dari pengajuan pinjaman ke Islamic
Development Bank (IsDB). Mengingat proyek pembangunan banyak diliputi
permasalahan terkait efisiensi biaya dan sumber daya material, maka pengawasan
dan analisis penerapan pelaksanaan proyek perlu dilakukan. Penelitian ini mengkaji
penerapan value engineering untuk mengoptimalisasi desain dan pelaksanaan
proyek pembangunan jalan baru di jalur lintas selatan Pulau Jawa, khusus nya pada
paket pekerjaan LOT-6 (Prigi-Batas Kabupaten Tulungagung-Klatak-Brumbun).
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, dengan materi
penelitian (data primer) berupa gambar perencanaan detail atau DED (detail
engineering design) yang mencakup peta lokasi pekerjaan, trase jalan (plan),
potongan memanjang trase jalan (longitudinal profile) dan potongan melintang
jalan (cross section). Selanjutnya, data sekunder meliputi daftar Analisa Harga
Satuan Pekerjaan (AHSP), daftar Bahan atau Material Bangunan yang
dipergunakan, gambar DED, daftar data tenaga kerja harian (daywork), data RAB.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei, dengan responden yaitu
konsultan pengawas (supervision consultant), penyedia jasa (contractor), dan
pengguna jasa (owner). Analisis data secara kualitatif dilakukan dengan pendekatan
cost analisys, matrik evaluasi, dan teknik zero-one untuk mencari indeks.
Berdasarkan survei dan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa
panjang efektif jalur lintas selatan pada paket pekerjaan LOT-6 adalah 17.74 Km,
dengan total nilai proyek mencapai Rp. 471.553.305.416,23, di mana pada
pelaksanaannya terdapat permasalahan pada fase konstruksi. Implementasi value
engineering menunnjukkan adanya pergeseran trase as jalan (center line) terhadap
koridor lahan sebagai akibat dari revisi desain. Selain itu, penyelesaian
permasalahan terjadi pada fase konstruksi (civil works), di mana ditemukan adanya
ketidaksesuaian antara Detail Engineering Design (DED) dengan hasil aktual
lapangan. Adapun desain awal telah sesuai dengan DED (Rp. 71.024.407.368,20),
sedangkan desain pasca implementasi VE berubah menjadi Rp. 63.117.780.442,51.
Ini menunjukkan adanya pengurangan biaya (cost saving) setelah penerapan VE
untuk pekerjaan bahu jalan berpenutup dan pekerjaan perkerasan aspal, yakni
sebesar Rp. 7.906.626.925,69, dengan persentase 11,13 % dan besar bobot
persentase terhadap keseluruhan proyek mencapai 3,32 %. Ketersediaan lahan
untuk proyek konstruksi pembangunan jalan diharapkan sesuai dengan lahan yang
dibutuhkan dalam perencanaan DED, sehingga trase geometrik jalan dapat
dilaksanakan dan memenuhi ketentuan road safety.
Kata kunci: Desain proyek, jalan lintas pantai selatan Jawa, value engineering.