Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Sulle, Beata Alpha Christina
Subject
Geodesy Engineering
Datestamp
2022-04-20 02:04:49
Abstract :
Dampak dari masalah kekeringan yang berada di Kabupaten Mojokerto mengakibatkan ribuan jiwa kesulitan air bersih. Sehingga dibutuhkan perencanaan pemanfaatan daerah sumber air tanah yang baik. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang lebih serius dalam upaya menghadapi permasalahan penyediaan air tanah. Salah satunya dengan tersedianya peta potensi air tanah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi potensi akuifer dan potensi air tanah di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2020 menggunakan citra satelit SPOT-7 untuk melihat kerapatan vegetasi dengan metode NDVI dan menggunakan 5 parameter yaitu curah hujan, tekstur tanah, jenis batuan/geologi, kemiringan lereng, dan pengunaan lahan. Penelitian ini menggunakan metode AHP dalam penentuan nilai bobot prioritas setiap parameternya.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapatkan hasil dengan 3 kelas klasisfikasi potensi daerah penyimpanan air tanah (akuifer) dengan luasan terbesar adalah potensi akuifer kapasitas sedang sebesar 55.539,175 Ha dan luasan terkecil adalah potensi akuifer kapasitas kecil yaitu sebesar 2.793,073 Ha. Pada hasil daerah potensi air tanah diperoleh 3 kelas klasisfikasi dengan luasan daerah terbesar adalah daerah dengan potensi air tanah sedang seluas 52.621,285 Ha dan luasan daerah terkecil adalah daerah dengan potensi air tanah rendah seluas 2.426,327 Ha. Dengan output penelitian yang disajikan dalam bentuk peta identifikasi akuifer dan identifikasi potensi air tanah di Kabupaten Mojokerto pada tahun 2020.
Kata kunci : Potensi Air Tanah, Akuifer, AHP, SPOT-7, NDVI.