DETAIL DOCUMENT
ANALISIS POLA PEMETAAN KEBISINGAN AKIBAT TRANSPORTASI DI RSUD SAIFUL ANWAR KOTA MALANG
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Labdawara, Fabian
Subject
Environmental Engineering 
Datestamp
2022-05-18 05:22:15 
Abstract :
Fasilitas kesehatan masyarakat, salah satunya rumah sakit besar lebih banyak berada di pusat aktivitas kota. Hasil survey yang dilakukan, padatnya aktivitas kendaraan di RSUD Saiful Anwar Kota Malang berasal dari kendaraan pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kondisi kebisingan di kawasan RSUD Saiful Anwar Kota Malang dari aktivitas transportasi, Mengetahui gambaran pola reduksi dan sebaran kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas trasportasi dan aktivitas ,mengetahui skenario potensional reduksi kebisingan beserta tingkat reduksinya untuk mengatasi masalah kebisingan di kawasan RSUD Saiful Anwar Kota Malang .Baku mutu tingkat kebisingan kawasan perumahan dan pemukiman yaitu 55 dBA. Pengukuran kebisingan dilakukan sesuai dengan metode yang ada dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep.48/MENLH/11/1996. Penelitian ini diambil pada 8 titik sampel utama di sepanjang Jalan Jasa Agung Suprapto, Jalan Pattimura dan Jalan Belakang RSU. Selain itu juga dicari data kepadatan rata-rata kendaraan dan peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang Pengukuran dilakukan dilakukan 7 hari atau satu minggu, yaitu senin, selasa, rabu,kamis, jum?at, sabtu minggu. Pengukuran tingkat kebisingan menggunakan alat Sound Level Meter (SLM) selama 10 menit untuk tiap pengukuran dan pembacaan data dilakukan setiap 5 detik. Hasil penelitian menunjukkan kondisi level kebisingan di area sekitar RSUD Saiful Anwar Kota Malang secara keseluruhan berada pada level rata-rata kebisingan 75,5 dBA dari seluruh titik pengambilan sampel utama setiap harinya. Kondisi tersebut berada diatas baku mutu kebisingan rumah sakit yaitu 45 dBA. Kebisingan tertinggi berada pada titik sampling 1 dan 2 yaitu di jalan Jaksa Agung Suprapto dengan nilai kebisingan hingga 81,7 dBA, dan perhitungan reduksi kebisingan dari area luar rumah sakit menggunakan bangunan peredam bising (BPB) yang direncanakan berupa dinding kaca dengan reduksi bunyi sebesar 17 dB dikombinasikan dengan tumbuhan peredam bising Sebe (Heliconia sp). 
Institution Info

Institut Teknologi Nasional Malang