Abstract :
TPA Supit Urang exsisting memiliki pengolahan lindi yaitu dengan
proses fisik kimia dan biologi, dimana lindi ditampung pada beberapa bak
penampungan/pengendapan dengan menggunakan sistem penyaluran secara
gravitasi. Dengan adanya proses beberapa pengendapan dari air lindi tersebut,
dirasa belum optimal sehingga diperlukan suatu teknologi baru yang
sederhana dan murah serta terjangkau dalam sistem pengoperasian dan
perawatannya dalam menurunkan kandungan COD (Chemical Oxygen
Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) yang tinggi. Berkaitan dengan hal
tersebut maka salah satu alternatif pengolahan lindi yang dilakukan yaitu
pengolahan dengan proses kombinasi Aerasi - Sub Surface Flow(SSF)
Wetland. SSF Wetland yaitu lahan basah aliran bawah permukaan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas proses Aerasi ? Sub
Surface Flow/SSF Wetland dalam menurunkan COD dan TSS. Penelitian ini
menggunakan aerasi dengan alat bantu aerator dan Wetland menggunakan
tanaman Limnocharis flava (Genjer). Pada penelitian ini menggunakan 2
buah reaktor yaitu reaktor aerasi dan reaktor SSF Wetland dengan variasi
waktu detensi 4 jam, 6 jam dan 8 jam, variasi kerapatan tanaman 90 mg/cm2,
110 mg/cm2, dan 130 mg/cm2, serta variasi waktu operasional 1 hari, 2 hari,
3, hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari dan 7 hari (interval waktu 24 jam). Hasil
penelitian dari proses kombinasi Aerasi ? SSF Wetland untuk penurunan
konsentrasi COD adalah sebesar 1376 mgO2/l dengan prosentase penyisihan
sebesar 62,61% dan konsentrasi TSS yaitu sebesar 4333 mg/l didapatkan
prosentase penyisihan sebesar 63,56%. Proses pengolahan kombinasi Aerasi
? SSF Wetland yang digunakan dalam mengolah lindi terbukti efektif dalam
menurunkan konsentrasi COD dan TSS. Dari hal tersebut proses pengolahan
Aerasi ? SSF Wetland belum memenuhi baku mutu yang disyaratkan untuk
masing-masing parameter.