Abstract :
Djembe merupakan, alat musik yang berasal dari afrika. Alat musik ini
digunakan sebagai acara spriritual di daerah tersebut serta digunakan sebagai
acara tarian-tarian adat orang afrika, sebagai rasa syukur terhadap sang pencipta.
Dari situ Djembe sudah tersebar di seluruh dunia, terutama di Indonesia dan
dikembangkan dan diproduksi di daerah Kota Blitar tepatnya di daerah Kelurahan
Tanggung. Dari tahun 1980 Kelurahan Tanggung mulai kerajinan Djembe ini,
dengan membubut kerajinan vas bunga dan alat mainan anak-anak yaitu Yoyo,
kemudian pada tahun 1990, beberapa orang memasarkan kerajinan tersebut ke
Bali, tidak disangka mendapat pesanan alat musik Djembe ini, dan berkembang
pesat hingga sekarang. Salah satu kawasan yang memiliki potensi kerajinan di
Kota Blitar yaitu Kelurahan Tanggung karena merupakan sentra home industri
kerajinan Djembe, daerah Kelurahan Tanggung berpotensi menjadi kawasan
wisata makam Bung Karno dan bisnis kerajinan kayu bubut karena banyaknya
pengrajinan yang mengolah kayu menjadi kerajinan terutama alat musik Djembe,
sehingga banyak pengunjung yang datang dari penjuru kota yang dating ke
tempat ini. Pada daerah kawasan Kelurahan Tanggung, penataan yang ada di
daerah penelitian kurang tertata rapi. Pengembangan daerah sentra industri
Djembe yang ada di Kleurahan Tanggung adalah dengan pengembangan karakter
dan industrinya, sehingga daerah ini akan lebih banyak menarik buyer-buyer dari
luar negri maupun pelanggan dari daerah sekitar kota Blitar sendiri dan dari luar
daerah.
Tahapan analisis yang dilakukan adalah melakukan analisa SWOT. Dari
SWOT dan untung rugi peneliti mengetahui potensi dan masalah yang ada.
Kemudian kembali melakukan analisa pengembangan industri yang ada di
Kelurahan Tanggung untuk mendukung pengembangan sentra home industri
Djembe ini.
ii
Hasil penelitian ini untuk mengembangkan sentra home industri yang ada
di Kelurahan Tanggung agar lebih maju dan produktif. Oleh karena itu ditekankan
pada pengembangan karakter industri. Hal ini dikarenakan pengembangan sentra
industri Djembe yang ada di Kelurahan Tanggung kurang mendapat perhatian dari
pihak instansi terkait, sehingga dibuat oleh peneliti untuk dapat mengembangkan
sentra home industri Djembe yang lebih berkompetitif dan produktif, agar dapat
bersaing dalam pasar global.
Kata kunci: Pengembangan, Sentra Home Industri, dan Kerajinan Djembe