Abstract :
Kebutuhan energi di Indonesia pada umumnya merupakan suatu pokok
yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi
energi. Seiring berjalannya waktu sumber energi konvensional seperti minyak bumi
dan batubara semakin menipis, hal tersebut dikarenakan bahwa sumber-sumber
energi konvensional tersebut merupakan sumber energi yang tidak dapat
diperbarukan. Artinya sumber energi seperti ini suatu saat akan habis.
Pertimbangan konservasi energi dan lingkungan hidup memang menuntut kita
untuk segera dapat memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia dengan mudah
dan lebih ramah lingkungan dan harus memiliki kebijakan dalam pengelolahan
limbah itu sendiri. Keuntungan dalam penggunaan biomassa sendiri adalah sifatnya
yang dapat diperbarui, ramah lingkungan, mengurangi emisi efek rumah kaca, dan
gas yang bersifat asam (Lkm et al., 2018). Selain kelebihan seperti yang disebutkan
diatas, biomasssa juga mempunyai kekurangan yaitu berkadar air tinggi, bentuk dan
ukuran tidak seragam, densitasnya rendah, yang dapat meningkatkan biaya
penyimpanan, penanganan dan transportasi, selain itu mudah terserang mikroba
perusak. Untuk itu diperlukan adanya suatu pengolahan lanjut dengan teknologi
aplikatif sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, dengan
memanfaatkan limbah biomassa sekam padi, serbuk gergaji jati dan serbuk gergaji
sengon yang tentunya pada pengelolahan ini harus mengetahui terlebih dahulu
kandungan yang ada pada limbah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui kadar air dan nitrogen terhadap nilai kalor pada limbah biomassa
sekam padi dengan campuran serbuk kayu jati dan serbuk kayu sengon. Pada
penelitian ini menggunakan mesin penggiling, ayakan mesh 100, dan timbangan
digital. Sedangkan variasi persentase serbuk dilakukan secara berbeda mulai dari
sampel 1 dengan persentase: SSP(30%); SGJ(25%); SGS(45%), sampel 2:
SSP(30%); SGJ(15%); SGS(55%), sampel 3: SSP(30%); SGJ(5%); SGS(65%).