Abstract :
Perkembangan perguruan tinggi di Kota Malang akan menimbulkan
dampak bagi perkembangan wilayah sekitarnya. Dampak tersebut juga akan
sangat terasa pada jaringan jalan ataupun kondisi jalan dalam mencapai
lokasi perguruan tinggi tersebut. Begitu juga halnya dengan yang terjadi di
Kampus 2 TN Malang. Keberadaan perguruan tinggi tersebut menimbulkan
dampak bagi perkembangan sekitar. Perkembangan lingkungan sekitar
harusnya diimbangi dengan peningkatan jaringan jalan untuk menuju
kampus 2 tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan
pengembangan jalur alternatif menuju perguruan tinggi tersebut untuk
menghemat biaya dan waktu dan juga memicu perkembangan di sekitar
lokasi kampus.
Lokasi penelitian ini meliputi 4 jalur alternatif menuju kampus 2
ITN Malang. Penelitian ini akan menganalisis kondisi eksisting jalur
alternatif tersebut, menghitung kinerja jalan serta menghitung kelayakan
ekonomi dalam pengembangan jalur alternatif. Kelayakan ekonomi dalam
pengembangan jalur terdiri dari biaya operasional kendaraan dan juga biaya
yang dikeluarkan untuk pengembangan jalur alternatif.
Berdasarkan hasil analisa kinerja ruas jalan dari keempat jalur ini
sama-sama termasuk dalam golongan A dengan kondisi arus bebas. Biaya
pengembangan jalur alternatif yang terdiri dari biaya pembangunan jalan dan
biaya pembebasan lahan dan bangunan dilakukan di keempat jalur tersebut.
Hasil analisa menunjukkan bahwa biaya pengembangan terendah ada pada
jalur 4 dengan biaya pengembangan sebesar Rp 15.928.687.000, - untuk
pengembangan jalan dengan lebar 6 meter. Sedangakan untuk
pengembangan jalan dengan biaya tertinggi adalah pada jalur 3 dengan biaya
sebesar Rp 19.361.886.500,- untuk pelebaran jalan 6 meter