Abstract :
Gunung Gamalama berada di tengah-tengah Pulau Ternate yang memilki tingkat
kerawanan antara lain kawasan rawan bencana I (resiko rendah), kawasan rawan bencana II
(resiko sedang), kawasan rawan bencana III (resiko tinggi). Kondisi ini menyebabkan
ancaman terhadap mahluk hidup yang berada di sekitarnya terutama manusia, kawasan
terbangun, dan kawasan non terbangun. Pulau tersebut maupun lokasi studi di Bagian Utara
Pulau Ternate yang sering terkena dampak letusan Gunung Gamalama. Oleh karena itu,
diperlukan upaya penelitian berupa Arahan Pola Ruang Bagian Utara Pulau Ternate Berbasis
Mitigasi Pada Kawasan Rawan Bencana Letusan Gunung Gamalama.
Metode pengumpulan data: tahap persiapan, survey primer, survey sekunder, dan
wawancara mengunakan yang divisualkan dalam peta, dokumentasi dan data sekunder
tentang kawasan rawan bencana dan pengunaan lahan di Bagian Utara Pulau Ternate.
Penelitian ini secara keseluruhan mengarah pada pendekatan teori untuk melakukan analisis
secara analogi diantaranya Analisis Ancaman Gunung api digunakan untuk mengetahui
seberapa besar ancaman gunung terhadap pengunaan lahan, Analisis deskriptif kualitatif
digunakan untuk menganalisis tingkat kapasitas dan kerentanan masyarakat, Analisa pola
ruang digunakan untuk distribusi peruntukan untuk fungsi lindung dan budidaya, dan Analisa
jalur evakuasi digunakan untuk penentuan jalur-jalur alternatif evakuasi bencana.
Pengunaan Lahan di Bagian Utara Pulau Ternate memiliki acaman gunung berapi
meliputi ancaman kawasan rawan bencana I, II dan III, maka di buat pengangan berdasarkan
acaman tersebut berupa arahan pola ruang dengan fungsi lindung dan arahan fungsi
bundidaya serta arahan jalur evakuasi darat dan jalur evakuasi laut.