Abstract :
Pada masa kolonial, orang-orang Belanda telah banyak melakukan aktivitas. Salah satu
aktivitas tersebut adalah pendirian suatu industri. Industri yang kemudian berkembang
menjadi salah satu ikon terpenting suatu kota. Dalam hal ini pendirian industri
merupakan salah satu cerminan terhadap perkembangan kota dimasa selanjutnya.
Peninggalan kolonial tersebut berupa industri gula yang masih beroperasi dimasa
sekarang. Ditinjau dari faktor-faktor produksinya, industri gula merupakan suatu
penerapan sistem dari karakteristik orang-orang Belanda yang memiliki kekhasan
tersendiri pada masa lampau.
Pabrik gula merupakan suatu mekanisme yang terdiri dari beberapa komponen,
lingkungan atau sumberdaya alam yang mendukung, ketersediaan bahan baku,
transportasi, bangunan, dan orang-orang atau manusia yang melakukannya. Industri
tersebut telah direncanakan secara matang dengan memperhatikan pertimbangan
ekologis. Aktivitas pabrik gula Kebon Agung didukung oleh lingkungan alam atau
lingkungan fisik yang ada disekitarnya.
Dalam penelitian ini, menggunakan metode observasi yaitu pengamatan langsung di
lapangan atau lokasi industri serta lokasi yang menjadi faktor-faktor produksi pabrik
gula pada masa lampau. Deskripsi yaitu penjelasan mengenai data-data yang telah
ditemukan untuk dikenali karakteristiknya terhadap pabrik. Kemudian di
interpretasikan yaitu penafsiran terhadap temuan-temuan terkait pabrik gula pada masa
lampau. Dalam menginterpretasi digunakan metode analogi yaitu penalaran asumsiasumsi dan memerhatikan aspek berkesinambungan antara masa lampau dengan masa
kini. Berdasarkan hasil analisa, ada beberapa temuan terkait fasilitas pabrik, yaitu
bangunan-bangunan lama milik PG Kebon Agung