Abstract :
Salah satu sistem penentuan posisi yang yaitu survel dengan GPS. Pengukuran posisi dengan teknologi GPS, diantaranya dilakukan dengan metode Real-Time DGPS dan metode statik namun berapakah ketelitian koordinat yang dihasilkan dari kedua metode tersebut dan apakah terdapat perbedaan signifikan antara hasil koordinat dari kedua metode tersebut menggunakan receiver Navcom Land- Pak dengan panjang baseline yang bervariasi perlu dikaji terlebih dahulu
Penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Titik Kontrol Geodesi orde 3 Badan Pertanahan Nasional sebagai titik pembanding yang dianggap benar dengan lama pengamatan 45 menit dan variasi panjang baseline untuk range pertama 1-5 km, range kedua 6-10 km dan range ketiga 11-15 km. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Trimble Business Centre 2.0. Dari hasil olahan akan diketahui seberapa besar perbedaan hasil antara kedua metode tersebut dengan Titik Kontrol Geodesi orde 3 dan seberapa besar signifikan perbedaan hasil koordinat jika dilihat dari variasi panjang baseline yang berbeda.
Hasil pengamatan statik untuk range pertama terdapat perbedaan sebesar 0.2 m terhadap titik orde 3, sementara untuk range kedua dan ketiga masing masing sebesar 1.58 m dan 2.35 m. Untuk pengamatan DGPS range pertama terdapat perbedaan sebesar 1.08 m, sementara untuk range kedua dan ketiga