Abstract :
Keberadaan jembatan penyeberangan di Kota Malang kurang dimanfaatkan oleh
pejalan kaki, Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain seperti kondisi fisik
jembatan, lokasi, desain, dan adanya pengemis/PKL.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik jembatan, pejalan kaki
dan faktor utama yang mempengaruhi pemanfaatan jembatan penyeberangan.
Pengumpulan data melalui survey kondisi fisik jembatan, volume pejalan kaki, lalu
lintas dan penyebaran kuesioner. Analisa data menggunakan deskriptif-evaluatif dan
deskriptif statistik.
Hasil Analisa karakteristik jembatan menunjukkan bahwa Jembatan
Penyeberangan Alun-Alun tingkat kesesuainnya 62.50%, Jembatan Penyeberangan
RSU Saiful Anwar 75% dan Jembatan Penyeberangan Mesjid Sabilillah 50%. Ketiga
jembatan berdasarkan analisa kesesuaian fasilitas P.V2 > 5x109 dan 1x1010 yaitu dengan
jembatan penyeberangan. Secara umum pemanfaatan jembatan penyeberangan di
Kota Malang sangat rendah dilihat dari rata-rata penyeberang lewat jembatan sebesar
35% yang didominasi wanita dengan tingkat pekerjaan sebagai pelajar. Dibandingkan
dengan penyeberang yang lewat ruas jalan sebesar 65% didominasi pria pada tingkat
pekerjaan pegawai swasta dan wiraswasta. Berdasarkan analisa faktor utama yang
mempengaruhi pemanfatan jembatan penyeberangan disimpulkan bahwa Jembatan
Penyeberangan Alun-Alun faktor utamanya adalah desain dengan nilai mean tertinggi
35.67. Jembatan Penyeberangan RSU Saiful Anwar faktor utamanya adalah desain
dengan nilai mean tertinggi 32.67 dan Jembatan Penyeberangan Mesjid Sabilillah faktor
utamanya adalah kenyamanan dengan nilai mean tertinggi 26.33. Rekomendasi
kedepannya adalah perlu evaluasi terhadap kondisi fisik jembatan dan tata letak papan
reklame, penertiban pengemis dan PKL, perlunya pagar pembatas atau taman bunga di
median jalan serta sosialisasi pemerintah.
Kata Kunci: Faktor utama, Jembatan penyeberangan, Pejalan kaki.