Abstract :
Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dan komponen
penunjang bagi kelangsungan hidup kita sehari-hari, maka berbagai usaha
dilakukan untuk memperolehnya dengan memanfaatkan air dari berbagai sumber
seperti air permukaan yaitu air sungai. Sedangkan pada saat sekarang ini
kebanyakan air sungai sudah mengalami pencemaran oleh bahan-bahan organik
maupun anorganik yang berasal dari limbah cair yang dibuang secara sembarang
dari hasil kegiatan industri, rumah sakit serta limbah domestik perkotaan seperti
Kekeruhan, Fosfat dan COD (Chemical Oxygen Demand). Pada penelitian ini
digunakan teknologi membran mikrofiltrasi metode cross flow untuk mengolah air
sungai yang mengandung ketiga polutan tersebut. Aliran cross flow diharapkan
dapat menghindari terakumulasinya solute dipermukaan membran sehingga fluks
tidak menurun secara cepat. Sistem kerja membran mikrofiltrasi dikombinasikan
dengan pretreatment Roughing filter aliran horizontal untuk mencegah terjadinya
fouling sehingga kinerja membran berjalan maksimal. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh metode aliran cross flow terhadap persentase rejeksi
(%R) dan fluks saat proses dengan menggunakan membran mikrofiltrasi dengan
variasi tekanan 3 dan 4 bar, waktu operasi selama 1 jam dan variasi waktu operasi
10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, 50 menit dan 60 menit dari sistem
pengolahan dengan membran mikrofiltrasi (MF) metode cross flow. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa membran mikrofiltrasi mampu menurunkan
tingkat Kekeruhan, kandungan Fosfat dan COD. Persentase rejeksi maksimum
terjadi pada tekanan 4 bar menit ke-60 untuk semua polutan yang direjeksi dengan
nilai persentase rejeksi kekeruhan sebesar 100%, Fosfat sebesar 71,42% dan COD
sebesar 94,76%. Tekanan yang semakin besar akan menghasilkan fluks yang
semakin besar pula, namun waktu operasi yang lama akan menurunkan nilai fluks.
Nilai fluks yang terbesar didapat pada tekanan 4 bar menit ke-10 sebesar
12049,988 L/m2.jam. Dengan aliran crossflow penurunan fluks masih terjadi tapi
secara eksponensial.