Abstract :
Natriumheksametafosfat adalah salah satu bahan kimia yang banyak
digunakan di Indonesia. Namun, jumlahnya belum mencukupi kebutuhan industri di
Indonesia dan masih mengimpor dari India, Cina, dan Morroco.
Natriumheksametafosfat merupakan salah satu senyawa fosfat yang mempunyai rumus
kimia ((NaPO3)6). Natriumheksametafosfat memiliki fase padat yang berbentuk serbuk
berwarna putih. Natriumheksametafosfat a dapat dihasilkan dengan cara mereaksikan
soda abu (Na2CO3) dan asam fosfat (H3PO4). Natriumheksametafosfat banyak
digunakan pada industri pengolahan air sebagai anion untuk menyerap ion (Ca, Mg, Fe),
pencegah korosi (inhibitor corrotion), pada industri farmasi sebagai humektan, dan pada
industri makanan biasanya digunakan sebagai aditif pada makanan. Berdasarkan
beberapa pertimbangan dipilih lokasi pabrik Natriumheksametafosfat didirikan di Jl.
Raya Betro, Kedungsari,Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur yang diperkirakan cukup
menguntungkan dari segi analisi ekonomi, bahan baku, pemasaran, kemudahan
transportasi dan ketersediaan bahan baku. Secara garis besar perhitungan analisa
ekonomi Pra Rencana Pabrik Natriumheksametafosfat sebagai berikut : Total penjualan
Rp 1.035.300.000.000, Laba Kotor Rp 158.839.168.952, Laba Bersih Rp
111.187.418.266, Rate Of Retrun (ROI) sebelum pajak 38%, ROI setelah pajak 26%,
Internal Rate of Return (IRR) 23%. Karena IRR lebih besar dari bunga bank ( 12% ),
maka pabrik Natriumheksametafosfat layak untuk didirikan. Pray Out Time (POT) 2,75
tahun. Break Event Point 47,69 %
Kata kunci : Natriumheksametafosfat, soda abu, asam fosfat.