Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Rumayar, Yokoyama Tenohaika
Subject
Mechanical Engineering
Datestamp
2022-09-05 04:37:57
Abstract :
Proses perlakuan panas yang diberikan pada suatu logam atau paduan dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanis dari logam atau paduan tersebut. Salah satu proses perlakuan panas yang dapat diberikan pada logam atau paduan setelah pengelasan yaitu proses annealing. Proses annealing merupakan proses perlakuan panas terhadap logam paduan dengan kombinasi memanaskan logam pada suhu temperatur tertentu, menahan temperatur beberapa saat dan mendinginkan logam dengan laju pendinginan yang sangat lambat. Proses perlakuan panas bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik dari logam atau paduan. Berdasarkan hal tersebut maka diharapkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan pengaruh yang disebabkan pada material baja. Penelitian ini merupakan penelitian uji coba. Dari hasil penelitian baja ASTM A36 yang didapat yaitu nilai kekerasan yang tertinggi pada temperatur 550oC sebesar 63 HRB selanjutnya nilai kekuatan tarik yang tertinggi pada temperatur 650oC sebesar 49,06 kgf/mm² Kandungan martensit terbanyak pada temperatur 750oC dengan nilai kekuatan impak tertinggi adalah 0.5493 joule/mm Semakin tinggi suhu maka akan semakin rendah nilai kekerasan suatu material dan semakin sedikit pula martensit yang terjadi. Namun pada impak, semakin tinggi temperatur maka nilai kekuatan impak juga semakin naik yang menyebabkan material bersifat ulet.