Abstract :
Untuk menangani suatu permasalahan kampung, warga pasti memiliki potensi untuk
menyelesaikan masalah tersebut dengan mandiri. Melalui organisasi lokal yang ada, warga
diharapkan dapat terdorong untuk berpartisipasi dan menangani segala permasalahan yang
timbul. Rumusan tingkat partisipasi pada penelitian ini, diharapkan dapat memberikan
gambaran kondisi/karakter partisipasi pada organisasi lokal.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis metode triangulasi untuk merumuskan
kesimpulan yang sesuai dengan kondisi di lokasi penelitian. Triangulasi dilakukan untuk
mengetahui kecenderungan bentuk dan motif partisipasi masyarakat adalah kuisioner dan
wawancara. Sedangkan untuk mengetahui kapasitas organisasi (meliputi tahap pengambilan
keputusan, relevansi partisipasi dan efektivitas partisipasi) serta yang terakhir adalah analisa
tingkat partisipasi warga, menggunakan triangulasi antara observasi dan wawancara. Dengan
menggunakan metode tersebut, diharapkan dapat mengambarkan dengan tepat kondisi yang
ada di lokasi penelitian.
Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk partisipasi warga yang dominan adalah
dalam bentuk sosial, sedangkan untuk motif partisipasi didasari oleh motif psikologi.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi maka ada 3 organisasi yang memiliki kapasitas
organisasi paling tinggi yakni Karang Taruna, PKK, dan Forum Warga. Organisasi forum
warga juga memiliki kelebihan dalam proses pengambilan keputusan dan juga memilki
relevansi partisipasi yang tinggi, Namun jika dilihat dari sisi keefektifan organisasi, Forum
Warga tergolong kurang efektif, sedangkan pada 4 organisasi lainnnya (PKK, Kafilul,
Muslimat, dan tahlil) memiliki efektiftas yang tinggi, dan yang terendah adalah Karang
Taruna. Jadi menurut hasil analisa tingkat partisipasi, secara keseluruha karakter lokasi studi
sudah menunjukkan tingkat partisipasi pada derajat yang kedua yakni partisipasi warga.
Kata Kunci : Karakter Kampung, Organisasi Lokal, Partisipasi.