Abstract :
Identitas kota terbentuk dari pemahaman dan pemaknaan tentang sesuatu pada kota atau pengenalan obyek fisik
(bangunan dan elemen fisik lain) maupun obyek non fisik (aktifitas sosial) yang terbentuk dari waktu ke waktu. Aspek
historis dan pengenalan bentuk yang ditangkap oleh warga kota menjadi penting dalam pemaknaan identitas kota atau citra
kawasan. Kota Malang memiliki banyak identitas kota sebagai ciri khas dari Kota Malang sebagai citra kota.
Topeng malang , bangunan kolonial, dan candi singosari merupakan salah satu identitas Kota Malang sebagai unsur
perancangan perabot jalan pada jalan Ijen, alan Semeru, dan jalan Kahuripan. Untuk memberikan optimasi dalam bentukan
rancangan elemen perabot jalan yang akan diaplikasikan dengan identitas kota tersebut harus saling menunjang keberadaan
elemen tersebut. Penentuan interaksi hubungan antar elemen tersebut menggunakan analisa hubungan fungsional. Analisa
karakteristik aktivitas di koridor jalan diproses dengan melihat karakter fungsi kawasannya. Hasil analisa sebelumya
digunakan sebagai dasar penentuan elemen kesan kota.
Berdasarkan fungsi kawasan pada setiap koridor akan menunjukan identitas Kota Malang melalui perancangan
perabot jalan berdasarkan unsur bentuk bangunan kolonial, unsur bentuk topeng malang dan unsur bentuk candi singosari.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan identitas Kota Malang terhadap masyarakat luar kota malang yang diaplikasikan
dalam perabot jalan.
Kata Kunci : Identitas Kota, Perabot Jalan, Topeng Malang, Bangunan Kolonial,Candi Singosari, Perancangan