Abstract :
Benteng Keraton Wolio dengan luas 22.8 hektar yang berada di Kelurahan
Melai, Kecamatan Murhum, Kota Bau-Bau, Propinsi Sulawesi Tenggara, merupakan
Kawasan Cagar Budaya. Masyarakat Benteng Keraton Wolio dihadapkan pada
aturan-aturan yang berlaku dalam kawasan tersebut meliputi peraturan pemerintah
setempat dan aturan-aturan adat. Dimana peraturan tersebut dalam hal ini yaitu
berupa aturan dalam membangun rumah atau tempat tinggal masyarakat yang sesuai
dengan bentuk rumah adat dengan konstruksi rumah panggung. Seiring dengan
perkembangan zaman maka mulai terjadi perubahan atau pergesera n pada masyarakat
Benteng Keraton Wolio dimana masyarakat sudah mulai merubah atau membangun
rumah dengan gaya lebih moderen.
Untuk mengetahui perubahan dari bentuk fisik dan kualitas dari perumahan
pada masyarakat benteng keraton wolio maka dari itu digunakan metode penelitian
kualitatif, metode ini digunakan karena lebih sesuai dengan kebutuhan penelitian,
dengan melihat kenyataan dilapangan dimana penerapannya merupakan hasil
hubungan langsung antara peneliti dengan responden. Kajian ini dimaksudkan untuk
mengetahui faktor-faktor penyebab perubahan pada perumahan masyarakat di dalam
kawasan cagar budaya Benteng Keraton Wolio dari korelasi antara karakteristik
masyarakat (Pengetahuan atau tingkat pendidikan, religi atau Kepercayaan, mata
pencaharian, adat istiadat) dan karakteristik bangunan rumah baik dari segi fisik
maupun kualitas