Abstract :
Ekonomi kreatif merupakan konsep baru dalam ilmu ekonomi di era globalisasi
ini. Dengan mengutamakan ide, kreativitas dan teknologi sebagai sumber daya. Konsep
ekonomi kreatif ini didukung dengan adanya ide-ide yang dapat mengembangkan karya
para pelaku kreatif atau wirausahawan muda di industri kreatif sehingga mampu
memberikan kontribusi yang baik bagi pendapatan negara. Selain itu, kemunculan Creative
Center atau Creative Hub sedang dikembangkan sebagai sebuah bangunan untuk
mendukung perkembangan ekonomi kreatif yang semakin terlibat dalam industri kreatif di
Indonesia, terlebih lagi bangunan rumah-rumah kegiatan di industri kreatif yang terbagi
menjadi 16 basis sumber dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia.
Metode perancangan yang digunakan dalam proses perancangan gedung Pusat
Kreatif Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB adalah dengan menemukan
permasalahan/latar belakang, melalui studi lapangan/survey, pengumpulan data sekunder
dan primer, studi pustaka, kemudian menganalisisnya menggunakan metode deskriptif,
desain perangkat lunak, dan konsep Desain dan hasil. Kemudian mengangkat Bandung
Creative Hub dan Jakarta Creative Hub sebagai studi banding dalam kajian judul. Hasil
analisis menunjukkan bahwa poros kreatif ini perlu menekankan konsep komunikasi,
kolaborasi dan produktivitas dalam ruang dan bentuk bangunan. Perancangan gedung Pusat
Kreatif Mandalika di Kabupaten Lombok, NTB mengangkat tema arsitektur vernakular
baru dengan tujuan melestarikan kearifan lokal dalam sebuah bangunan. Di era modern ini.
Perancangan Gedung Pusat Kreatif Mandalika Di Kabupaten Lombok Tengah
NTB di harapkan akan menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif yang berada di
pulau lombok sehingga bisa mengembangkan skil atau keahlian para pelaku ekonomi
kreatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah sekitar khususnya
dan nasional secara umumnya.
Kata kunci: Gedung Pusat Kreatif, Ekonomi Kreatif, Arsitektur Neo Vernakular,
Mandalika Lombok Tengah.