Abstract :
Dalam mewujudkan kota wisata Agropolitan Pemerintahan Kota
Batu bekerja sama dengan desa yang terdapat potensi wisata pertanian
seperti desa Sumberejo. namun, terdapat beberapa permasalahan pada tapak
seperti kurangnya citra desa sebagai desa wisata, adanya limbah sayur
akibat overstock serta kurangnya minat petani terhadap sayuran organik.
Oleh karenan itu perlu adanya solusi yang memanfaatkan potensi pertanian
yang dapat meningkatkan citra desa wisata yang tetap mempertahankan
keselarasan dengan lingkungan sekitar dan pemanfaatan lahan. sehingga,
dengan pendekatan tema sustainable architecture merupakan Langkah
untuk mewujudkan desain yang teritegrasi dengan lingkungan sekitar,
keadaan sosial masyarakat serta peningkatan ekonomi. Wujud implementasi
tema terhadap permasalahan pada tapak dapat di lihat melalui adanya
fasilitas wisata petik berupa green house, kemudian bangunan pusat
pengolahan sayur kemas dan dilanjutkan dengan pusat pengolahan limbah
sayur menjadi pupuk poc serta beberapa fasilitas lain. Fasilitas fasilitas
utama yang terdapat pada desa eduwisata di rancang dengan pertimbangan
kenyamanan pengunjung agar dapat mendapatkan edukasi mengenai proses
pengolahan hasil pertanian, sehingga dapat mewujudkan desa wisata yang
dapat memberikan pengalam belajar kepada pengunjung serta memberikan
dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kata kunci : Desa Edu Wisata, Desa Sumberejo, sustainable architecture