Institusion
Institut Teknologi Nasional Malang
Author
Amanda, Muhammad Nur Tirta
Subject
Architectural Engineering
Datestamp
2022-09-06 07:11:01
Abstract :
Isu terkait pemindahan Ibu Kota Negara baru merupakan salah satu landasan dari
perancangan Terminal Penumpang Bandar Udara Warukin di Kabupaten Tabalong.
Bandar udara merupakan salah satu fasilitas transportasi yang penting saat ini
dikarenakan dapat mempercepat waktu tempuh perjalanan. Bandar Udara Warukin
saat ini memiliki Sertifikat Bandara Khusus No.062/SBU-DBU/III/2018 yang
mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan yang tertuang pada KM. 233
Tahun 2019 Tentang Penetapan Bandara Khusus Warukin guna melayani
kepentingan umum. Bandar Udara Warukin memiliki tujuan untuk mempermudah
serta memfasilitasi masyarakat Tabalong dan sekitarnya untuk melakukan
perjalanan menggunakan transportasi udara dengan nyaman dibandingkan harus ke
Bandar Udara Syamsudding Noor yang harus menempuh lima jam perjalanan.
Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Terminal Penumpang Bandar
Udara Warukin di Kabupaten Tabalong melalui sistem sirkulasi dengan
pendalaman mengenai penataan ruang. Sistem sirkulasi yang tepat dan sesuai
digunakan sebagai dasar dalam proses merancang untuk menjawab permasalahan
desain yang berfokus terhadap kenyamanan sirkulasi penumpang sehingga
menciptakan pola ruang yang linear, efisien, dan dinamis. Urutan dan penataan
ruang yang disesuaikan dengan kenyamanan sirkulasi penumpang yang digunakan
sebagai salah satu dasar dalam merancang sehingga muncul karakteristik tertentu
baik pada ruang maupun pada bangunan. Bandar Udara Warukin dirancang dengan
keharmonisan antara ruang dalam dengan ruang luar yang menekankankan pada
pola bentuk ruang yang geometris dan dinamis. Dengan demikian diharapkan
fasilitas Terminal Penumpang Bandar Udara Warukin menjadi jembatan bagi
masyarakat Kabupaten Tabalong dan sekitarnya serta menjadi wadah dalam
memajukan infrastruktur kota. Diharapkan pula, fasilitas ini mampu menjadi wajah
baru Kabupaten Tabalong dalam dunia arsitektur serta menjadi ikon untuk
menyambut Ibu Kota Negara baru.
Kata kunci : Bandar Udara, Kabupaten Tabalong, Arsitektur Kontemporer.