Abstract :
Kebutuhan tanah setiap tahunnya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan
penduduk yang cukup tinggi. Pertumbuhan penduduk disebabkan oleh beberapa
faktor seperti arus urbanisasi dan pertumbuhan secara alami. Pengelolaan wilayah
yang tepat sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi yang ada. Pada setiap
kota maupun kabupaten mempunyai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
masing-masing yang sesuai dengan aspek dan kondisi yang ada.
Salah satu metode yang digunakan dalam evaluasi kesesuaian lahan ini adalah
dengan memanfaatkan citra satelit yang biasa disebut dengan penginderaan jauh
(remote sensing). Penggunaan citra satelit untuk mendeteksi penggunaan lahan
cukup banyak digunakan karena memiliki resolusi temporal yang baik dan
cakupan wilayahnya yang luas.
Hasil yang diperoleh luasan kawasan berdasarkan citra satelit WorldView-2 tahun
2015 seluas 1776,658 Ha, terdiri dari kawasan yang dominan yaitu kawasan
permukiman seluas 1314,394 Ha dengan persentase 73,98% dan kawasan
minimum yaitu kawasan ruang terbuka hijau memiliki luas 52,196 Ha dengan
persentase 2,94% dari total keseluruhan BWP Malang Timur Laut Kota Malang.
Hasil persentase kesesuaian lahan terhadap RTRW tahun 2010-2030 seluas
1396,547 Ha dengan persentase 78,61% sedangkan yang tidak sesuai seluas
380,111 Ha dengan persentase 21,39% dari total keseluruhan.
Kata Kunci : Citra WorldView-2, Penginderaan Jauh, Penggunaan Lahan,
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)